Workshop Tentang Penerapan Kurikulum K-13 Himpaudi Pardasuka

Spread the love

Sharing is caring!

Pardasuka (SL) – Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Dinas Pendidikan terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di kecamatan Pardasuka. Salah satunya dengan menggelar kegiatan workshop kemampuan kepada para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Pringsewu, terutama dalam hal menerapkan Kurikulum 2013 (K-13).

Dalam acara ini di buka oleh Kardi Junaidi S.pd selaku KUPT Pardasuka dalam sambutannya sebagai pendidik paud dituntut untuk menjadi seorang pendidik yang kreatif, inovatif, sabar dan ikhlas, ujarnya.

Nara sumber pertama Santibi, M.Pd tentang pemahaman kurikulum 2013 paud, Pemateri kedua Titin Rahayu Penilaian pendidikan Anak usia dini,
Pemateri ketiga Veni Imawati, S.Pd pengawas TK dari dinas pendidikan dan kebudayaan Pringsewu tentang Standar Nasional Paud.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 95 Kepala Taman Kanak-Kanak dan paud kata Umi Soleha selaku ketua himpaudi kecamatan Pardasuka, di GSG Pardasuka, Selasa (6/11/2018).

Umi sholeha berpendapat, pendidikan PAUD adalah pendidikan yang sangat penting. Karena menurutnya, pendidikan PAUD menjadi landasan kuat untuk mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan kuat.

Umi sholeha menambahkan, setelah mengikuti workshop, para Kepala TK dan Paud tersebut juga akan mendapatkan pendampingan. Tak hanya itu, mereka juga akan diberi penguatan Kurikulum PAUD yang dilakukan secara berkelanjutan pada masing-masing wilayah atau Lembaga, ucapnya.

“Kami mendorong agar semua lembaga PAUD menggunakan kurikulum 2013 yang diawali dengan penyiapan dokumen KTSP (Kurikulum Tingkat Satu Pendidikan PAUD) yang baik,” ujar santibi.

Sementara itu, Titin Rahayu, selaku narasumber menerangkan, workshop ini memberikan pendalaman pengetahuan dan keterampilan menyusun dokumen KTSP 2013 PAUD. Khususnya Dokumen II, yakni Promes (Program Semester), Proming (Program mingguan), RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian) penilaian, dan SOP.

Sebelum mengajar, lanjut dia, seorang guru harus terlebih dahulu menyiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), metode, serta media pembelajarannya.  Media tersebut berfungsi untuk memberikan contoh langsung kepada peserta didik mengenai materi yang dipelajari.

“Guru membutuhkan sumber belajar dan semua harus tercantum dalam dokumen kurikulum lembaga” kata titin. (Wagiman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *