Waspada, Tak Bayar Cicilan Debt Collector Kerap Ajak Tidur Istri Konsumen? - Sinarlampung.com

Waspada, Tak Bayar Cicilan Debt Collector Kerap Ajak Tidur Istri Konsumen?

Spread the love

Jawa Timur (SL)-Debt Collector) aliah tukang tagih hutang, kerap meminta hubungan suami istri kepada konsumennya yang nunggak tagihan, alias tidak bisa bayar tunggakan kredit, baik motor, mobil, rumah atau perabotan rumah tangga. Kasus itu marak dan terkesan menjadi hal biasa di wilayah Jawa Timur.

Dilangsir media Rajawalisiber menyebutkan bahkan hal itu sudah bukan rahasia lagi di kalangan Dept Collector. Aktivitas terselubung ini menjadi rahasi umum dikalangan Debt Collector dan pihak leasing. Ironisnya para konsumen jarang melaporkan aksi bejat Dept Colektor tersebut.

Dari hasil penelusuran wartawan di beberapa Kabupaten di Jawa Timur menunjukkan fakta fakta kasus ini sudah menjadi hal yang lumrah dan biasa di kalangan Debt Collector bahkan mereka bisa bergiliran untuk melakukan aksi aksi tersebut.

”Iya betul Pak, Debt Collector meniduri istri konsumen yang tidak bisa bayar tunggakan kreditnya sudah biasa terjadi Pak bahkan tidak di daerah Ngawi saja, di madiun, Magetan, Caruban, Blitar, bahkan di Jawa Timur ini sudah menjadi hal yang lumrah dan jelas perbuatan ini merugikan pihak kami,” kata salah satu pihak Sworoom sepeda motor di Kabupaten Ngawi, kepada wartawan.

Contoh modusnya, sebut saja debt collector mendatangi rumah konsumen. Awalnya tersangka berniat menagih tunggakan pembayaran kreditan sepeda motor ke konsumen karna sudah tiga bulan terakhir korban tidak membayarkan angsuran kreditannya.

Nah, apabila konsumen tidak bisa membayar tunggakannya, Debt Collector akan mengambil paksa sepeda motor tersebut. “Namun, Debt Collector biasanya akan langsung memanfaatkan kesempatan untuk menawarkan opsi lain agar sepeda motor korban tidak jadi diambil.” katanya.

Hal itu juga diakui, sang Debt Collector. Salah seorang Dept kolektor, yang tidak mau di sebut namanya mengakui hal itu. ”Saya bilang ke dia, kalau tidak mau sepeda motornya ditarik, dia harus mau berhubungan badan dengan saya,” katanya.

”Tapi ya tidak langsung Pak kita giring pelan pelan tapi rata rata istri konsumen itu mau Pak, memang sih tidak semuanya begitu, tapi kebanyakan iya sih Pak,” ujar Debt Collectot ini kepada wartawan.

Adakalanya Ajakan Debt Collector langsung ditolak mentah-mentah oleh Konsumen. bahkan juga yang berusaha mengusir Debt Collector dari rumahnya karena sudah ketakutan dengan niat Sang Debt Colector. Dan banyak juga Debt Collector sepertinya tidak patah arang, dan pantang mundur sampai sang konsumen menyerah

Wartawan banyak menemukan fakta fakta ini terjadi diberbagai daerah, bahkan mungkin di luar jawa. Temuan ini hendaknya bisa menjadi catatan. Bagi para suami yang mempunyai kredit bermasalah agar tidak menyerahkan urusan urusan tunggakan kredit kepada pihak istri atau keluarga perempuan. (rajawali)

Tinggalkan Balasan