Waspada Kecurangan Tender Proyek Online Gunakan Hacker? - Sinarlampung.com

Waspada Kecurangan Tender Proyek Online Gunakan Hacker?

Spread the love

Bandarlampung (SL)-Kecurangan proses tender proyek pemerintah secara online diduga kuat melibatkan jasa hacker. Informasi itu menyeruak dimasa tender proyek pemerintahkan baik di daerah maupun pusat. Khusus di Lampung penggunaan jasa hacker untuk mencurangi tender proyek pemerintah bukan hal baru, meski yang paling mencuat pada dua bulan terakhir dimana banyak pemerintah daerah yang menggelar tender.

Wartawan berusaha menelusuri jejak hacker yang disnyalir digunakan pihak-pihak berkepentingan untuk bermain dalam proses tender. Secara umum ada beberapa tujuan penggunaan jasa hacker dalam tender proyek ini, mulai dari merubah nilai penawaran, merubah syarat tender, bahkan hingga menghapus paket proyek yang di tender.

Wartawan berhasil menghimpun berbagai informasi dari beberapa pihak yang mengetahui secara jelas pelibatan hacker dalam mencurangi tender proyek pemerintah daerah di Lampung. “Serangan hacker dalam proses tender secara online proyek pemerintah ini sudah sering terjadi. Ada oknum-oknumĀ  yang memang sengaja menyewa jasa hacker dengan tujuan mempengaruhi tender,” ujar sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak di tulis, baru-baru ini.

Sumber ini memberi contoh beberapa paket proyek yang diduga kuat tendernya dicurangi menggunakan jasa hacker.” Para penyedia jasa banyak mengalami hal-hal yang tak lazim dalam mengikuti proses lelang atau tender belakangan ini. Coba cek saja salah satu paket proyek di Dinas PUPR Provinsi Lampung, yak paket pembangunan jalan strategis dilingkungan kampus ITERA, salah satu perusahaan sudah mendaftar di LPSE, tiba-tiba paket itu hilang. Akibatnya perusahaan tidak bisa upload dokumen. Inikan aneh, jelas ini permainan hacker karena tidak mungkin instansi pemerintah yang menghapusnya,” tegas sumber itu.

Menurutnya, modus hacker itu diantaranya menghilangkan paket yang sudah didaftar oleh rekanan hingga merubah dokumen lelang, “Ini ada oknum-oknum rekanan yang memang sengaja menyewa jasa hacker untuk mempengarui proses lelang. Dan ini banyak terjadi di Lampung termasuk di kabupaten/kota,” ungkapnya.

Para rekanan, lanjutnya, yang mengikuti proses tender dan mengalami kejadian aneh dapat mengambil bukti dengan cara menscrenshot daftar paket yang sudah didaftar dan bukti upload. “Tangkapan layar itu bisa menjadi bukti untuk melapor ke penegak hukum. Saat ini mulai bulan Maret dan April 2019 ini merupakan masa dimana banyak tender digelar, sehingga banyak oknum rekanan yang ingin menang tender dengan cara mudah tapi curang menggunakan jasa hacker,” pungkasnya. (red/jun)

Tinggalkan Balasan