Warung Mobil Arjuna Berdagang Kuliner Wujudkan Impian Putranya Punya Mobil Baru - Sinarlampung.com

Warung Mobil Arjuna Berdagang Kuliner Wujudkan Impian Putranya Punya Mobil Baru

Spread the love

Sharing is caring!

Surabaya (SL)- Adanya jarak antara mimpi indah dan kesuksesan meraih impian mengharuskan seseorang untuk mempunyai tekad kuat dan kegigihan usaha agar mampu menempuh jarak itu.

Sekelumit petuah ini setidaknya mampu mendeskripsikan sepasang suami istri yang memiliki usaha kuliner khas Jawa Timur dengan media berjualan yang tidak biasa dimiliki penjaja makanan pada umumnya.

Setiap harinya, Novi, (32), bersama belahan jiwanya, Aji, (30), berdagang makanan khas Jawa Timur di atas mobil Ayla berwarna putih keluaran tahun 2017, dengan nomor polisi L 1813 TI. Di dalam mobil itu, ia menjajakan beragam makanan, mulai dari nasi pecel, nasi Lamongan, nasi rawon, lontong lodeh, lontong mi, hingga cemilan, dan beragam minuman. Harganya pun sangat ekonomis.

“Profesi ini sudah kami lakoni sekitar satu tahun ini, Mas. Ini juga mulanya ingin mewujudkan keinginan putra sulung kami yang kepingin punya mobil baru. Meskipun cuma dengan kreditan, yah, untuk membahagiakan hati anak, kami pun harus berusaha keras, Mas,” tutur ibu dengan dua orang putra yang masih kecil ini, saat wartawan Sinarlampung.com, mengunjungi tempat itu, Rabu malam, (6/2/2019), sekitar 21.30 WIB, untuk memesan dua gelas kopi susu dan dua bungkus rokok.

Sambil menikmati suasana malam di antara gemerlap lampu jalan dan raungan beragam kendaraan yang hilir mudik seolah tidak ada sepinya, kami pun berbincang-bincang dengan penuh keramahan.

Mereka menamakan tempat usahanya itu dengan sebutan Warmob Arjuna. “Nama itu kami buat karena warung kami ini di dalam mobil. Sedangkan Arjuna adalah nama anak kami yang meminta supaya kami bisa memiliki mibil baru,” tutur Novi, warga jalan Gubeng Kertajaya, Kelurahan Gubeng, Kecamatan Gubeng, Surabaya ini.

Novi mengatakan, bukan soal cara berdagang dengan memanfaatkan mobil yang dijadikan sebagai warung yang berada tepat di persimpangan jalan Jawa, Gubeng, namun lebih kepada tekad kuat pasangan suami istri ini yang ingin menggapai kesuksesan hidup dengan kemandirian.

“Keinginan putra sulung saya itu dasar motivasi kami memutuskan untuk berdagang di atas mobil. Tapi juga, kami bertekad untuk bisa punya usaha sendiri, tidak terikat dengan perusahaan milik orang dengan beragam aturan yang ketat, waktu dan sistem kerja yang mengikat, hingga gaji yang terkadang tidak sesuai. Belum lagi persoalan-persoalan lain yang kerap timbul dalam lingkungan kerja perusahaan,” tutur Novi.

Sebelum berdagang aneka makanan di Warmob Arjuna miliknya, Novi merupakan seorang marketing di perusahaan swasta yang memproduksi troli impor tas umroh haji milik pengusaha China.

“Saya dulu bekerja sebagai marketing di perusahaan troli impor tas umroh haji. Perusahaan itu memproduksi troli besi yang dipasarkan pada para pengrajin tas koper haji. Para pengrajin ini ini sudah bekerjasama dengan pengusaha travel umroh haji, Mas. Namun, dari hari ke hari tidak ada perubahan yang berarti dalam kehidupan keluarga kami,” terangnya.

Sementara, Aji, suaminya, masih bekerja sebagai seorang security di pelabuhan kapal.

Dengan kegigihan yang mereka lakoni hingga saat ini, Novi menuturkan, telah memiliki pelanggan tetap. Setiap harinya, mereka berdagang di lokasi jalan Jawa itu mulai dari pukul 20.00 WIB, hingga tutup saat dinihari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Alhamdulillah, Mas, omset yang kami dapatkan tiap harinya antara 300 – 500 ribu rupiah,” kata Novi. Di lokasi mereka berdagang itu memang sangat strategis. Dimana tempat itu merupakan pangkalan sopir grab dan ojek motor online.

Usai berbincang ringan dengan penuh keakraban, tepat pukul 22.30 WIB, awak media inipun pamit untuk kembali ke penginapan. (Ardiansyah)

Tinggalkan Balasan