Wagub Lampung Kunjungi Pantai Nelayan Kepayang Sukaraja - Sinarlampung.com

Wagub Lampung Kunjungi Pantai Nelayan Kepayang Sukaraja

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Kali pertama pimpinan Pemerintah Provinsi Lampung, kunjungi lokasi peisir Sukaraja Teluk Betung Selatan. Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim meninjau pantai nelayan yang penuh tumpukan sampah. Dihadapan Nelayan Wagub  ingin menjadikan perairan nelayan kepayang di Sukaraja Bandarlampung layak wisata. Selasa (18/6)

Nunik bincang bincang dengan nelayan payang

“Ini kan lagi viral, inginnya sih dijadikan tempat wisata. Tapi gimana ya caranya? Aku belum dapet ide sih,” jelas Nunik usai meninjau perairan nelayan kepayang, Selasa (18-6-2019).

Meski begitu, dia mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu, terkait rencana tersebut. Alasannya, perairan tersebut masuk dalam perluasan Pelabuhan Panjang. “Nanti kita rapatkan dulu, karena ini kan masuk perluasan Pelabuhan Panjang. Jadi jangan sampai nabrak-nabrak,” tuturnya.

Dia mengatakan sampah yang menumpuk di pinggir perairan itu merupakan kiriman dari laut. Sehingga, perlu ada upaya untuk membersihkannya. Dia berharap wilayah tersebut masih bisa dibersihkan. “Biar terlihat bersih. Karena ini kan tempat orang berjualan, warga juga banyak yang datang,” terangnya.

Selain itu, dia juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandarlampung. “Jadi nanti Pemkot tanggung jawabnya di mana dan pemprov di mana,” terangnya.

Limbah Dibuang ke Laut

Sebelumnya, Senin (17/6) malam sekitar pukul 20.00, perairan laut pesisir dari Jalan Yosssudraso Sukaraja-Way Lunik, berwarna hitam pekat dan bau menyengat, bahkan banyak ikan mati. Diduga limbah yang dibuang ke laut. “Laut dari Way Lunik sampe Kunyit Jalan Yossudarso warna hitam dan bau menyengat itu limbah, banyak ikan pada mati,” kata Yudi, warga Yossudarso yang akan memancing dipinggiran pesisir.

Menurut dia dan rekan rekannya harus pulang, dan batal memancing. “Ini yang kesekian kalinya. Harusnya pemerintah menyelidiki ini. Limbah dari mana. Udah banyak sampah, ditambah lagi limbah, dan reklamasi. Kasian juga pemayang di Sukaraja, susah dapat ikan,” katanya.

Informasi lain menyebutkan, ada juga limbah yang dibuang kelaut Teluk Lampung menggunakan Kapal. “Kita pernah juga menemukan Kapal besar yang membuang limbah ke laut. bentuk limbah seperti agar agar warna hitam coklat. Dan banyak membuat trumbu karang mati. Kita ambil pake botol lalu mengendap menjadi kental mirip lumpur kenyal,” katanya. (Jun)

Tinggalkan Balasan