Tuntut Hak Buruh, Aktivis Buruh Perempuan PT BMI Reni Desmiria di Penjara Ini Kronologisnya? - Sinarlampung.com

Tuntut Hak Buruh, Aktivis Buruh Perempuan PT BMI Reni Desmiria di Penjara Ini Kronologisnya?

Spread the love

Lampung Selatan (SL)-Seribuan Pekerja PT Bumi Menara Internusa (BMI) tidak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) penuh satu bulan gaji. Diduga akibat perjuangan itu, satu orang pekerja perempuan, yang juga seketaris Serikat Buruh Reni Desmiria dipenjara, dan langsung di tahan di Lapas Kalianda. Buruh siapkan pelawanan.

Reni Desmiria

Komite Advokasi FSBL Eko Sumaryono kepada sinarlampung.com mengatakan PT Bumi Menara Internusa berdiri sejak tahun 2010 yang beralamat di Jalan Ir Sutami, Desa Lematang, Kec. Tanjung Bintang, Kab. Lampung Selatan. PT Bumi Menara Internusa (PT BMI) adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi pengolahan hasil laut (seafood): udang dan kepiting (rajungan).

Pasokan bahan baku ke PT BMI bersifat terus menerus, mendapat pasokan bahan baku dari berbagai perusahaan pemasok bahan baku dari yang besar hingga kecil. Produksi di PT BMI berlangsung terus menerus setiap hari tidak bergantung musiman dan cuaca.

Penjualan hasil produksi PT BMI dijual ke mancanegara, termasuk di dalamnya ke negara Inggris, Singapore, Thailand yang terbesar ke negara Amerika Serikat.  Jumlah tenagakerja lebih dari 1500 pekerja dari lingkungan di mana pabrik PT BMI beroperasi. Hubungan kerja di PT BMI, menggunakan sistem tenaga kerja Harian Lepas, borongan dan tetap, dan hanya ada beberapa orang saja yang merupakan pekerja tetap.

Serikat Pekerja Bumi Menara Internusa (SPBMI)

Pada tahun 2010, Serikat Pekerja Bumi Menara Internusa terbentuk secara mandiri oleh para buruh yang bekerja di PT BMI, dengan sistem kerja alih daya (outsourcing).  Sebagai perusahaan alih daya dati PT BMI adalah perusahaan yang bernama Suko Agung.

Pada tahun 2010 akhir, SPBMI melakukan perjuangan untuk menjadi pekerja tetap di perusahaan PT BMI, dan menghapuskan sistem kerja alih daya (outsourcing). Pada tahun 2011 para pekerja berhasil merubah sistem kerja alih daya (outsourcing), menjadi pekerja yang diangkat langsung oleh PT BMI dengan bentuk, kontrak dan harian lepas.

Perjuangan SPBMI selanjutnya menginginkan agar pekerja di PT BMI diubah statusnya menjadi pekerja permanen dengan dasar Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003. Perjuangan SPBMI mendapatkan hasil 2 orang dari 1500 lebih pekerja diangkat menjadi pekerja tetap. Pada tahun 2017 terjadi perubahan struktur di SPBMI, dengan Kepengurusan terbaru Ketua Aprianto dan Sekretaris Umum Reni Desmiria.

Reni Desmiria, lahir pada tanggal 23 Desember 1984 di Desa Lematang, Kec. Tanjung Bintang, Kab Lampung Selatan. Ibu dari dua orang anak. Bekerja di PT BMI sejak tahun 2011, sebagai operator ‘PPCK’, yakni melakukan persiapan-persiapan material pengepakan produk PT BMI.

Kronologi Kejadian

Tahun 2011, Reni Desmiria melamar bekerja di PT Bumi Menara Internusa dengan pengalaman sebelumnya di PT Phillips Seafood Indonesia. Di PT BMI, Reni Desmiria bekerja dibagian PPCK (menyiapkan packaging material)

Tahun 2013, Reni Desmiria melahirkan anak kedua, dan statusnya berhenti dari perusahaan. Setelah proses kelahiran dan pengasuhan bayi, sesuai aturan PT BMI, Reni kembali bekerja dengan menyampaikan lamaran baru, namun Manajemen PT BMI menyarankan untuk langsung bekerja saja tanpa perlu membuat lamaran baru.

Tahun 2016, saat ada proses verifikasi ketenagakerjaan, karena ada pekerja lainnya yang diketahui manajemen menggunakan fotokopi ijazah palsu saat melamar. Tahun 2017 Reni Desmiria terpilih menjadi pengurus SPBMI , dan sejak itu SPBMI menyuarakan tuntutan melalui perundingan bipartit.

Menjadikan pekerja di PT BMI menjadi pekerja tetap, karena pekerjaannya yang bersifat tetap. Perusahaan memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan untuk seluruh pekerja di PT BMI. Memberikan uang THR sesuai dengan Permenaker no tahun 2016, sebesar satu bulan upah. Memberikan hak cuti haid, cuti melahirkan, dan cuti tahunan. Memberikan uang makan dan uang transport.

Tahun 2018, dari 1500 pekerja di PT BMI perusahaan sepakat mengangkat dua orang pekerja menjadi pekerja tetap. dan SPBMI terus menyuarakan tuntutannya melalui perundingan bipartit. Februari 2019, Manajemen PT BMI melaporkan ke Polsek Tanjung Bintang dengan tuduhan Reni memalsukan fotokopi ijazah.

Februari 2019, panggilan oleh Polsek Tanjung Bintang kepada Reni dan Reni ketakutan untuk hadir. SPBMI dan FSBMM meminta kepada Polsek Tanjung Bintang untuk mengebalikan masalah ini ke masalah hubungan ketenagakerjaan. SPBMI dan FSBMM meminta Polsek Tanjung Bintang untuk memediasi antara Reni dengan PT BMI

Pada tanggal 6 Maret 2019 FSBMM mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Kapolda. Lalu tanggal 16 Mei 2019 Polres Lampung Selatan menjemput paksa Reni untuk membuat BAP, dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. Tanggal 17 Mei 2019 Reni dititipkan untuk ditahan di Lembaga Permasyarakatan Kalianda. Tanggal 18 Mei 2019, pihak keluarga dan FSBMM mengajukan surat penangguhan penahanan, dan Kapolres Lampung Selatan menolak permohonan penanggungan penahanan keluarga Reni Desmiria. (Red)

Tinggalkan Balasan