Tuntut Ganti Rugi Lahan, Warga Desa Air Balui Sandera Alat Berat PT. PPA - Sinarlampung.com

Tuntut Ganti Rugi Lahan, Warga Desa Air Balui Sandera Alat Berat PT. PPA

Spread the love

Muba (SL)- Ratusan warga Desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di dampingi DPD-JPKP Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengelar aksi unjuk rasa di Lahan Perkebunan Sawit, PT Pratama Palm Abadi (PPA), Rabu 26/06/19.

Aksi demo tersebut digelar lantaran buntut dari janji manis manager PT. PPA, Adi Waluyo S atau yang akrab dipanggil Suroso.  Sikap Suroso yamg belum juga merealisasikan surat pernyataan yang telah disepakati,  memancing dan memicu kemarahan warga. Sehingga warga pun nekad menyandera tiga alat berat jenis Ekskavator dan satu unit kendaraan roda empat milik PT. PPA.

Dalam orasinya, Sunny yang merupakan salah satu putra asli kelahiran Desa Air Balui, memaparkan beberapa tuntutan warga terhadap PT. PPA. Ia juga ,meminta Pemkab Muba agar dapat memastikan legalitas PT. PPA yang telah lama beroperasi di tanah kelahirannya.

“Kami atas nama masyarakat Desa Air Balui meminta agar PT. PPA segera menyelesaikan ganti rugi lahan kami, dan kami meminta agar Pemkab Muba dapat memberikan kejelasan secara transparan sesuai peraturan Undang-Undang status legalitas PT. PPA yang ada di wilayah desa kami,” ujar Sunny.

Senada dengan Sunny, ketua DPD-JPKP Kab. Mura Sancik menyampaikan beberapa poin yang menjadi tuntutan warga, diantaranya masyarakat Desa Air Balui meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Muba, agar dapat mengukur ulang seluruh lahan di Air Balui.  Iapun meminta agar kesepakatan ganti rugi lahan tahun 2011 di kaji ulang kembali agar dapat di sesuaikan dengan harga ganti rugi lahan saat ini.

Sancik menegaskan, mulai hari ini warga mengklaim lahan dan jika dalam kurun waktu sepekan pihak perusahaan tidak memenuhi tuntutan, maka di pastikan warga Desa Air Balui akan melakukan perawatan dan pemanenan buah kelapa sawit di lahan tersebut.

Humas PT. PPA Alex mengatakan bahwa pihak perusahaan PT. PPA telah membayar sebagian uang ganti rugi warga melalui kepala desa setempat. “Informasi yang masuk ke saya dari pak Suroso soal ganti rugi lahan berdasarkan SPH yang diajukan kades Air Balui sebanyak 130 SPH, sudah di beri DP melalui kades sebesar 568 Juta rupiah. Kemudian kesepakan kades dan perusahaan setelah LC barulah di bayar lunas,”jelas Alex di sela-sela aksi unjuk rasa.

Alex  menambahkan bahwa perusahaan memiliki legalitas yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. ” Legalitas perusahaan jelas ada, nanti akan saya tunjukan. Memang benar awal berdirinya PT. PPA di Kab. Musi Rawas,  kemudian tahun 2011 meluas ke Kab. Muba. Kami juga sudah mengantongi izin untuk lahan seluas kurang lebih 2.600 hektare di wilayah Muba,” Jelas Alex.

Amrullah, satu pengunjuk rasa  berharap besar agar permasalahan ganti rugi lahan dapat selesai dengan tuntas. Sehingga kedepannya tidak ada lagi konflik antara perusahaan dan warga. “Kami sangat-sangat berharap apa yang menjadi hak masyarakat Air Balui di berikan oleh perusahaan, sehingga kedepannya tidak ada lagi konflik sosial yang berkepanjangan antara masyarakat Desa Air Balui dan PT. PPA,” ujar Amrullah.

Pantauan media di lapangan, Aksi tuntutan warga tersebut berjalan damai dan mendapat kawalan ketat aparat TNI serta jajaran Kepolisian Resort Kabupaten Musi Banyuasin. (Sudir nk)

Tinggalkan Balasan