Tokoh Masyarakat Minta Pelaku Ujaran Kebencian Terhadap Suku Lampung Segera Diproses

Spread the love

Sharing is caring!

Tulang Bawang Barat (SL) – Unggahan status Facebook dari pemilik akun Hury Caak Ciliek Owye pada pertengahan tahun 2018 silam berbuntut panjang. Hari ini, Kamis (10/1/2019) sejumlah tokoh masyarakat dari 11 tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar pertemuan khusus membahas status hinaan kepada suku Lampung.

Pertemuan digelar di kediaman Ketua Federasi Adat Megow Pak Tulangbawang, Herman Artha, di Kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulangbawang Tengah. Agenda itu dihadiri perwakilan masyarakat adat di 11 desa yakni Panaragan, Karta, Gedung Ratu, Menggala Mas, Bandar Dewa, Pagar Dewa, Penumangan, Gunung Terang, Gunung Katun dan Gunung Agung.

Herman Artha, mengatakan pertemuan menghasilkan kesepakatan untuk merekomendasikan pemilik akun Facebook yang diketahui adalah warga Kecamatan Way Kenanga tersebut untuk diproses secara hukum pidana umum dan hukum adat yang berlaku. “Pertemuan ini dalam rangka menuntaskan permasalahan penghinaan terhadap suku Lampung, menghindari hal buruk yang berkembang demi kenyamanan dan ketentraman masyarakat adat khususnya suku Lampung yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ujarnya.

Tokoh masyarakat adat dari Tiyuh Karta, Sahmin Stan Seimbang, menambahkan dirinya sangat setuju dengan sikap para tokoh adat lainnya untuk mengambil sikap dalam permasalahan tersebut dengan cara musyawarah. “Kami meminta kepada aparat hukum agar segera di selesaikan dengan secara tuntas dan secara hukum negara dan hukum adat yang ada di Kabupaten Tubaba,” kata dia.

Sementara itu, tokoh adat Pagar Dewa, Damiri mengatakan, selain menuntut pelakunya untuk ditindak dengan hukuman pidana dan adat, pihaknya juga meminta kepada pelaku untuk meminta maaf kepada seluruh masyarakat Lampung atas tulisan yang diunggah di halaman media sosial Facebook tersebut. (net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *