Tinjau Banjir Bandang Pekon Umar Hj Dewi Handayani Terhalang Longsor Dan Pohon Tumbang

Spread the love

Sharing is caring!

Tanggamus (SL)-Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handayani alias Bunda Dewi yang bergerak cepat meninjau banjir bandang di Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, yang menewsakan seorang nenek, dan menghanyutkan 17 rumah penduduk, terhalang. Rombongan tak bisa melintas karena jalan tertutup longsor, dan pohon tumbang.

Bupati yang bersikeras ingin meninjau lokasi, disarankan menunda kunjungannyanya. Karena Camat Cukuh Balak mendapatkan kabar dari masyarakat, jalan yang dilalui tidak hanya tertutup longsor, tapi juga banyak terhalang pohon tumbang.

Bunda Dewi, sebelumnya sedang melaksanakan pembagian bantuan keagamaan dan meninjau lokasi banjir di Kecamatan Cukuh Balak. Dan dia terkejut sambil spontan mengucapkan istighfar mendengar kabar banjir bandang Pekon Umbar, yang menelan korban jiwa, Biacik (60), dan rumah hanyut tersebut.

Rombongan kemudian bergerak menuju Pekon Umbar, Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan. Namun ditengah perjalanan rombongan terhenti, akibat terhalang oleh tanah longsor di tengah jalan Perbatasan Cukuh Balak dan Kelumbayan Barat.

Bupati yang kala itu didampingi Camat Cukuh Balak sempat ingin menerabas jalan ke Pekon Umbar, namun Tagana Cukuh Balak menyarankan agar Bunda Dewi tidak memaksakan perjalanan.

Hal itu dikarenakan berdasarkan informasi warga, jalur tersebut tidak hanya longsor tetapi terdapat beberapa pohon tumbang yang menghalangi ruas jalan Kecamatan Kelumbayan Barat dan Kelumbayan. “Kalo jalan make motor bisa gak” tanya Bupati pada Kasubbag Protokol.

Namun setelah dikonfirmasi kepada warga dan Tagana jawabnya tidak bisa. Bunda Dewi sempat menanyakan apakah bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Kembali Tagana dan warga mengatakan tidak bisa, karena selain faktor jarak, mereka khawatir juga dengan faktor keselamatan. Akhirnya diputuskan besok pagi (9/11/18) Bunda Dewi akan meninjau korban banjir di Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan Barat.

Atas kejadian tersebut Bunda Dewi mengucapkan turut berbela sungkawa kepada para korban, khususnya keluarga almarhumah yang meninggal akibat hanyut terbawa arus banjir. “Bunda turut prihatin dan berduka atas bencana ini. Terlebih kepada keluarga almarhumah Biacik (60). Mudah-mudahan para korban tetap kuat, tabah dan ikhlas,” ujar Bunda dengan raut wajah sedih.

Bunda Dewi juga menghimbau agar warga di wilayah rawan banjir senantiasa waspada terhadap resiko banjir yang terjadi di musim penghujan ini. Hal ini dikarenakan memang wilayah Kabupaten Tanggamus merupakan wilayah yang rawan terjadinya bencana banjir dan longsor di musim penghujan. (wsn/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *