Tim WRU Konservasi Wilayah III Lampung Gagal, Buaya Sungai Way Semaka Kembali Serang Warga Wonosobo - Sinarlampung.com

Tim WRU Konservasi Wilayah III Lampung Gagal, Buaya Sungai Way Semaka Kembali Serang Warga Wonosobo

Spread the love

Tanggamus (SL)-Buaya liar aliran sungai Way Semaka,  kembali meresahkan warga. Setelah dua warga Wonosobo Tanggamus terluka akibat gigitan buaya di aliran Sungai Way Semaka, saat sedang mandi cuci, (Sabtu 19 Oktober 2019). Kini giliran seorang ibu bernama Sriwati (37) warga Sripurnomo, Kecamatan Semaka Tanggamus kembali diserang buaya, hingga terluka di bagian kaki sebelah kanan, Rabu 06 Nopember 2019.

Sore kemaren sekitar pukul 17.30 Wati hendak mandi di sungai seperti biasa. Sesampainya di sungai tiba-tiba kakinya disambar buaya. Akibat gigitan tersebut Wati mengalami luka serius dan langsung di bawa Ke Puskesmas  untuk pengobatan. Atas peristiwa itu, masyarakat merasa trauma dan takut untuk melakukan aktifitas mencuci, mencari ikan dan mandi. “Seperti biasa saya sekitar setengah enam saya mau mandi, pertama saya nyilem soale mau keramas tapi perasaan saya sudah gak enak terus saya minjam gayung ke teman saya, setelah itu saya rasakan kaki saya udah ada yang nempel, sehingganya  kaki saya tak tendangkan, saya langsung naik dan teriak minta tolong sama kawan saya sambil teriak buaya-buaya,” terangnya kepada sinarLampung.com.

Di sisi lain menurut Ngadiman (56) salah satu sesepuh warga Sripurnomo menjelaskan baru kali ini ada buaya menggigit warga yang sebelumnya belum pernah. “Buaya yang mengigit ini ukurannya cukup besar sebesar tanggalan atau kalender dinding, panjang kira- kira 3 meter berwarna coklat,” jelasnya.

Ditambakan oleh Ngadiman sejak kecil,  dia baru kali ini ada serangan buaya.  “Sedari saya kecil sampai sekarang baru beberapa bulan ini buaya itu nampak berkeliaran dan ternyata menggigit warga,” pungkasnya

Sementara kedatangan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah III Lampung, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)Bengkulu-Lampung beberapa Minggu yang lalu belum membuahkan hasil dan sampai saat ini belum ada tindakan lebih lanjut.

Dugaan sementara tempat habitat dan ekosistem aslinya rusak akibat tambang pasir besar-besaran di muara sungai semaka, warga mendesak kepada pihak terkait segera menangani masalah buaya ini agar tidak terjadi korban selanjutnya (hardi/Wisnu)

Tinggalkan Balasan