Tidak Hanya Juara Lagu Religi Nasional, Balqis Vania Gitta Juga Penerima Beasiswa AFS ke Jepang - Sinarlampung.com

Tidak Hanya Juara Lagu Religi Nasional, Balqis Vania Gitta Juga Penerima Beasiswa AFS ke Jepang

Spread the love

BALQIS Vania Gitta (15), pelajar kelas X IPS-1 Sekolah Menengah Atas Negri (SMAN) 2 Bandarlampung, yang sempat viral mengharumkan Provinsi Lampung, ternyata tak cuma jago bernyanyi. Perempuan cantik ini juga dkenal sebagai siswa yang pintar di sekolahnya.

Baca : Siswi SMAN 2 Bandar Lampung Balqis Vania Gitta Juara Nasional Pop Religi

Akrab disapa Atu Balqis, bungsu dari dua bersaudara buah hati pasangan Gunawan Pharrikesit SH dan Eka Yuni Harti SE, MM, memiliki catatan akademik yang ciamik. Balqis sebentar lagi akan terbang ke Tokyo, Jepang, bersama sejumlah pelajar penerima bea siswa Program AFS lainnya.

Kabar Balqis akan belajar di Jepang itu dibocorin Kepala Sekolah SMAN 2 Bandarlampung, Drs. H. Jumadi Darjo MPd. “Insha Allah, Balqis akan berangkat pertengahan tahun 2020 nanti. Dia akan belajar di Negeri Sakura selama satu tahun sebagai Pelajar Indonesia,” ujar Pak Jumani.

Dan, sepertinya Balqis akan menjadi sosok yang dirindukan sepanjang tahun 2020. Soalnya, siswi kelas satu atau kelas sepuluh ini juga harus mengikuti comparative study yang memberinya tiket kunjungan ke Singapore, Malaysia, dan Thailand.

Sejak Awal Masuk dalam Radar Kepsek

Balqis masuk menjadi siswa SMAN 2 pada penerimaan siswa tahun ajaran baru, pertengahan 2019 lalu. Dia masuk melalui jalur prestasi setelah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu (SMPN 1) Bandarlampung dengan sangat baik. “Sejak awal, anak satu ini masuk dalam radar kami, karena itu kami terus melakukan pembinaan dan memberikan kesempatan beraktivitas diluar jalur non akademik,” terang Kepsek Jumadi.

Dugaan itu tak meleset. Balqis terus melejit. Baru beberapa bulan menjadi Siswi SMAN 2, dia sudah meraih prestasi sebagai juara bintang radio, dan mewakili Provinsi Lampung, ketingkat nasional di Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Yang sangat membanggakan, papar Jumadi, meski kerap mendapatkan dispensasi tidak masuk sekolah, Balqis tidak mengalami kesulitan mengejar ketertinggalannya pada pelajaran.

Soal sering “bolos” ini juga diakui Balqis. “Ya sering juga sih, tapi aku beruntung punya kepala sekolah, walikelas, dan guru-guru yang hebat-hebat. Setiap kali tertinggal pelajaran, mereka itu paling sibuk bantuin aku, ngasih bahan-bahan pelajaran yang tertinggal,” ujar Balqis yang bercita-cita ingin menjadi praktisi hukum.(red/iwa)

Tinggalkan Balasan