Terpisah Sejak Lahir, Kakak Adik Terbalut Asmara Inses di Lampung Utara - Sinarlampung.com

Terpisah Sejak Lahir, Kakak Adik Terbalut Asmara Inses di Lampung Utara

Spread the love

Lampung Utara (SL)-Warga bilangan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, digemparkan dengan beredarnya kabar adanya hubungan intim yang dilakukan pasangan yang masih memiliki hubungan saudara sedarah, Kakak dan adik bungsunya. Miris lagi, sang kakak sudah beranak dan beristri. Kini, akibat hubungan gelap kakak beradik itu, sang adik dalam kondisi hamil dengan usia kandungan delapan bulan.

Kediaman orang tuanya

Kepada sinarlampung.com, Kamis, (11/7/2019), pihak keluarga mengakui adanya hubungan asmara terlarang yang dijalin keduanya sudah sejak lama. Meski dilarang, dan tentang keras sang Ayah, pasangan kakak beradik ini seolah gelap mata dan tidak perduli dengan nasihat atapun, termasuk sikap tegas yang diberikan pihak keluarga.

Saat kali pertama sang ayah memergoki keduanya sedang berhubungan badan, dengan murka sang ayah menegur perilaku keduanya. “Namun, saat itu, saya justru hendak dibunuh dan dikejar oleh anak lelaki saya dengan golok,” uangkap kata sang ayah yang saat ini telah berusia 60 tahun, dengan keriput wajah, dan warna rambutnya yang memutih, tubuh kurus, dan kini mengalami pendengaran yang juga sudah sedikit berkurang.

Dia menceritakan, sang kakak Zn adalaah anak kelima dari sembilan bersaudara. Sedangkan adiknya, sebut saja Noname (19), masih berstatus sebagai pelajar kelas XII di salah satu SMA Negeri yang ada di Kabupaten Lampung Utara, merupakan adik bungsu perempuan dari sang kakak Zn.

“Putri bungsu saya itu saat dilahirkan memiliki saudara kembar lelaki. Lalu Noname, anak kedelapan dari sembilan bersaudara. Saat itu, putri bungsu saya diadopsi oleh kerabat saya sejak masih merah. Sedangkan adik kembarnya kami urus hingga dewasa,” beber sang ayah.

Beranjak remaja, Noname kembali ke kediaman orang tua kandungnya. Sejak saat itulah, sepertinya muncul benih-benih asmara antara kedua kakak beradik yang terpisah dalam rentang waktu yang cukup lama. “Anak lelaki saya itu sudah beristeri dan memiliki dua orang anak. Mereka sudah tinggal terpisah dari kami dan bekerja sebagai seorang petani. Sekembali adiknya ke rumah ini, dia serimg datang dan berbincang hingga bersenda gurau dengan adiknya itu,” terang sang ayah.

Anehnya, kata sang ayah, mereka sering sekali berduaan di dalam kamar hingga berjam-jam lamanya bahkan seharian seolah tidak ada bosannya. “Melihat kelakuan seperti itu, saya sempat menegur mereka, tapi selalu dijawab oleh anak lelaki saya, gak usah khawatir, kami ini kakak beradik,” tutur sang ayah menirukan perkataan anak lelakinya.

Pernah Dipergoki Istri dan di Gerebek Warga

Sang ayah menceritakan lebih lanjut, anaknya Zn yang bertempat tinggal di Desa Talangjerambah, Kecamatan Kotabumi Selatan ini, juga kerap kali membawa adiknya ke kediamannya. “Pernah sekali waktu, saat mereka berdua sedang melakukan hubungan intim dipergoki oleh istri anak lelaki saya. Namun, istri anak saya itu takut kepadanya. Dirinya bahkan pernah diancam akan dibunuh saat menasehati kelakuan suaminya tersebut,” urai sang ayah.

Bahkan, kata sang ayah, warga di sana pernah menggerebek saat keduanya sedang bermesraan. Senada hal itu, Ri, (25), yang juga kakak perempuan kandung dari Noname, menuturkan, dirinya memang sudah mencurigai sikap dan tindak tanduk sang adik Nonem dan kakaknya Zn. Dia kerap kali melihat antara keduanya bercumbu dan bermesraan. Dia pun tak henti-hentinya memberikan nasihat kepada dua saudaranya itu bahwa yang dilakukan mereka adalah perbuatan dosa yang sangat dilarang, namun nasihatnya tak pernah diindahkan.

“Saya pernah memergokinya habis berciuman dan langsung saya nasehati tetapi tidak diindahkan. Bahkan bapak pernah memergoki mereka sedang berhubungan badan di kamar. Ketika bapak menegur dan memarahinya, eh, malah dilawan dan mengajak bapak berkelahi,” terang Ri.

Saat ini, kata Ri, mereka mendapat kabar bahwa kakak bersama adiknya itu kini telah berada di Mesuji. “Saya dengar bahwa mereka kabur ke Mesuji. Dan adik saya saat ini telah hamil dengan usia kandungan delapan bulan. Mereka telah berhubungan kurang lebih setahun ini. Kami keluarga besar sepakat tidak mengakui lagi mereka sebagai anggota keluarga kami,” kata Ri dengan nada tegas dan terbata-bata.

Terpisah, Lurah Kelurahan Sribasuki, Puncoro Teguh, membenarkan jika pasangan inses dimaksud merupakan warganya. “Ya, mereka memang warga saya. Saat saya mengetahui informasi itu, dan langsung saya selidiki kebenaran informasi yang beredar,” kata Puncoro Teguh, Kamis, (11/7/2019), di kantornya, sesaat sebelum mendampingi awak media melakukan konfirmasi ke kediaman orang tua pasangan inses tersebut.

“Konfirmasi terkait itu langsung saya telusuri dan benar pelaku hubungan terlarang itu memang kakak beradik yang merupakan anak kandung dari warga saya¬† yang ada di Lingkungan I,” jelasnya, seraya membantah spekulasi yang sempat beredar jika keduanya sudah menikah sebelumnya.

“Tidak benar jika mereka telah menikah karena memang tidak ada data yang masuk terkait itu. Saya juga sudah mendatangi orang tuanya dan mendapatkan penjelasan secara langsung jika mereka memang tidak pernah menikah. Saat ini, pasangan inses dimaksud sudah tidak berada di seputaran Kelurahan Sribasuki dan sekitarnya. “Mereka sudah meninggalkan Lampung Utara,” pungkasnya. (ardiansyah)

Tinggalkan Balasan