Tembak Marbot Tak Bersalah Polres Lampung Utara Digugat Rp322 Juta - Sinarlampung.com

Tembak Marbot Tak Bersalah Polres Lampung Utara Digugat Rp322 Juta

Spread the love

Lampung Utara (SL)-Oman Abdurohman (51), Marbot Masjid, Warga Kampung Sangereng, Dusun Telaga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, yang sempat 10 bulan di jebloskan ke penjara, atas tuduhan kasus perampokan, oleh Polres Lampung Utara menggugat Prapradilan, pasca dibebaskan Pengadailan hingga Mahkamah Agung, atas tuduhan kepadanya.

BACA: Hakim Bebaskan Terdakwa Perampokan Dengan Tuntutan 8 Tahun

Dia ditangkap Polres Lampung Utara 22 Agustus 2017, bahkan dia harus ditembak kakinya oleh Polisi masa Kapolres AKBP Eka Mulyana. Oman ditangkap atas tuduhan perampokan di rumah Budi Yuswo Santoso alias Haji Nanang, orang tua salah satu anggota DPRD Lampung Utara, yang berlokasi di Dusun V Dorowati Desa Penagan Ratu, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, pada 11 Juni 2017 lalu.

Saat persidangan di Pengadilan Negeri Kotabumi, Majelis Hakim dalam putusan Nomor 15/Pid.B/2018/PN tanggal 7 Juni 2018 menyatakan Oman tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan. Proses terus berlanjut hingga kasasi di tingkat Mahkamah Agung. Dimana akhirnya MA tetap menyatakan Oman tidak bersalah.

Terlanjur sudah dipenjara, Oman melalui kuasa hukumnya M. Idran Fran mengajukan permohonan Pra Peradilan Ganti Kerugian kepada pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kepolisian sebagai termohon I, pihak Kejasaan sebagai termohon II, dan Ditjend Perbendaharaan Provinsi Lampung cq: Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) selaku turut termohon.

Dalam sidang perdana Pra Peradilan yang digelar di PN Kotabumi dengan hakim tunggal Imam Munandar, Selasa, (11/6/2019), M. Idran Fran bersama timnya menyerahkan permohonan pra peradilan ganti rugi tersebut kepada Majelis Hakim serta kepada termohon I dan termohon II. Atas adanya permohonan tersebut, termohon I dan termohon II berencana akan memberikan jawaban pada sidang berikutnya.

“Kami meminta agar hakim menyatakan bahwa Temohon I, telah salah tangkap, dan salah tahan terhadap diri Pemohon (Oman). Selain itu, bahwa Temohon II telah salah tahan, salah adili dan salah tuntut, terhadap diri Pemohon. Selanjutnya, termohon I dan termohon II membayar uang sebesar kerugiannya Nyata/Material dan Immaterial atas diri Pemohon (Oman) sebesar Rp 322 juta,” ujar M Idran Fran usai menjalani persidangan.

“Apabila Hakim Pengadilan Negeri Kotabumi berpendapat lain, Pemohon mohon kirannya memberikan putusan berupa penetapan, yang menurut Pengadilan dalam peradilan yang baik adalah patut dan seadil-adilnya (ex aequo et bono),” kata dia lagi.

Terpisah, menanggapi adanya gugatan tersebut Ipda Edwin yang mewakili termohon I enggan memberikan keterangan kepada awak media. “Silahkan saja temui bagian humas (Polres Lampura),” ujarnya.

Senada juga diungkapan Dian yang mewakili termohon II. “Kalau ingin informasi, silahkan temui Kasi Intel atau Kasi Pidum (Kejaksaan), karena kami tidak punya wewenang,” kata Dian. Sidang lanjutan akan digelar besok dengan agenda mendengarkan jawaban atas permohonan yang diajukan pemohon. (Van/ardi)

Tinggalkan Balasan