Telat Bayar Uang Iuran Sekolah Rp2-3,5 Juta, Kepsek SMA N 2 Tumijajar "Usir" Ratusan Muridnya - Sinarlampung.com

Telat Bayar Uang Iuran Sekolah Rp2-3,5 Juta, Kepsek SMA N 2 Tumijajar “Usir” Ratusan Muridnya

Spread the love

Tulang Bawang Barat (SL)-Diduga tidak melunasi iuran sekolah berkisar Rp2-3,5 juta, sejumlah siswa-siswi SMAN 2 Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, di pulangkan oknum Kepala Sekolah dan kartu ujian pun ditahan. Sementara Kepala Sekolah membantah, dan berdalih hanya memberikan pengumuman agar melunasi, jika belum bisa tidak ada masalah.

Diakui sejumlah siswa SMAN 2 Tumijajar yang enggan disebutkan namanya, bahwa oknum Kepala Sekolah Suharto telah mengumumkan melalui podium saat apel siswa, bahwa bagi siswa-siswi yang belum melunasi uang Sekolah diminta untuk meninggalkan barisan dan kartu ujian siswa ditahan oleh Kepala Sekolah.

“Ya, mas kami disuruh pulang sama kepala sekolah karena uang sekolah kami belum lunas, dan kartu ujian kami ditahannya. Memang saya belum melunasi uang sekolah karena cukup besar, yaitu 2 juta pertahun, itu iuran Sekolah, emang pembayarannya bisa dicicil,” terang Siswa tersebut Sabtu (16/2/2019).

Hal senada juga dibenarkan oleh siswa lainnya, bahwa dari keseluruhan siswa kelas 3 yang ada di SMAN 2 Tumijajar, sebanyak kurang lebih 168 siswa, wajib membayar uang sekolah setiap siswanya mulai dari 2 juta hingga 3,5 juta pertahun. “Saya juga disuruh keluar dari barisan apel siswa dan diperkenankan untuk pulang, karena belum melunasi iuran sekolah, jadi kartu ujian saya ditahan Kepala Sekolah. Pak Kepsek ngumumin ke semua siswa, yang udah bawa uang langsung setor disekolah, sedangkan yang belum silakan keluar,” ujar siswa lainnya.

Lanjut siswa itu, iuran sekolah yang cukup besar tersebut membuat orang tuanya sangat terbebani, sebab selain nilai yang sangat besar, manajemen SMAN 2 Tumijajar tersebut terkesan memaksa untuk mengikuti besaran iuran yang telah ditetapkan. “Kalau dulu bagi siswa yang tidak mampu akan dibantu dangan cara menghadap kepala sekolah dangan membuktikan kondisi kemampuan siswa yang sebenarnya, tapi sekarang terkesan dipaksakan gitu, untuk ikut aturan pembayaran sekolah,” Imbuhnya

Sementara ditempat terpisah, saat konfirmasi melalui telepon selulernya Kepala Sekolah SMAN 2 Tumijajar bernama Suharto, menepis tudingan memulangkan siswanya lantaran tunggakan iuran sekolah yang belum dilunasi siswa-siswinya. “Enggak, gak benar itu mas, emang saya pulangkan karena masalah disiplin, tetapi kedepannya tidak akan terjadi lagi. Besok Senin udah masuk semua, masalah iuran, saya hanya memberikan informasi ke siswa kalau mau bayar, silakan bayar kalau tidak mau bayar, ya gak masalah,” Suharto, dilangsir sumaterapost.com

Lanjutnya, masalah besaran iuran sekolah menurut Suharto tergantung kemampuan siswa-siswinya. “Kalau besaran iuran itu tergantung kesanggupan siswa-siswinya, saya gak ngerti mas, silakan tanya saja dengan siswa-siswi yang bersangkutan,” Elaknya. (smp/jun)

Tinggalkan Balasan