Tambang Minyak Ilegal di Muba Kerap Terbakar dan Memakan Korban Jiwa Ironis Tak Pernah Tersetuh Hukum? - Sinarlampung.com

Tambang Minyak Ilegal di Muba Kerap Terbakar dan Memakan Korban Jiwa Ironis Tak Pernah Tersetuh Hukum?

Spread the love

Muba (SL)-Menjamurnya pengeboran minyak ilegal yang dikelolah oleh masyarakat secara manual hingga kerap terjadi insiden kebakaran sampai menelan korban, baik luka bakar hingga meninggal dunia. Ironisnya hingga kini belum tersentuh hukum. Padahal setiap kali ada persitiwa kebakaran selalu ditangani aparat Polres Musi Banyuasin, namun belum pernah ada hingga ke proses hukum.

Warga Lampung yang menjadi salah satu korban tewas di kebakarn sumur minyak ilegal.

Informasi yang dihimpun wartawan, sejak dua bulan terahir April-Mei 2019, terdata enam orang pekerja yang tewas akibat kebakaran di lokasi pengeboran minyak ilegal di wilaya Muba. Kasus pertama kebakaran di Talang Kemang, saat itu sumur boran minyak  manual milik PK dan Efri (korban,red) warga Desa Terusan meninggal dalam perawatan salah satu tempat Praktek kebidanan di kelurahan Mangun Jaya.

Kemudian menyusul kebakaran di Suban Sembilan, Sumur Bor milik GT, hingga menyebabkan tewasnya dua warga Pecah Kuali. Disusul dua pekan lalu terjadi juga kebakaran di Banteng Enam, pada tanggal 2 Mei 2019. Korbannya pemilik Bor itu  sendiri WD warga Desa Keban 1 juga meninggal dunia pada tanggal 15 Mei 2019, saat menjalani perawatan di  Rumah Sakit Palembang.

Kebakaran kembali terjadi  para 4 Mei 2019 dilokasi milik GM, dan oknum anggota Polisi, bernama JK. Peristiwa itu persis di Jalan Poros Lubuk Bintialo, tidak jauh dari lokasi Conoco Phillips. dan kebakaran itu menewaskan dua warga Lampung di lokasi kejadian. Namun kejadian seperti itu sepertinya sengaja ditutupi-tutupi, padahal ada polisi yang berdiri persis dekat jenazah.

“Kalau kejadian seperti ini sudah menjadi rahasia umum, hampir setiap bulan terjadi, yang jadi pertanyaan kami setiap adanya kebakaran pihak dari kepolisian itu hadir dan langsung memasang policeline dan paling dua pekan lokasi tersebut sudah beroperasi kembali,” kata warga sekitar, dilangsir transsumatera.com.

Menurut dia, mungkin dianggap bahwa masyarakat dan warga sekitar itu bodoh bodoh, dan tak mengerti hukum. “Mungkin mereka anggap kami bodoh, tidak mengerti hukum. Padahal rakyat tau dibalik kejadian ini mereka mendapat keuntungan yang besar. Dan nyawa pekerja yang menjadi korban. Namun pelaku bebas dari hukuman dan saya berharap beberapa kejadian belakangan ini bisa diangkat kepermukaan sebagaimana hukum yang berlaku dan tolong pihak yang berwenang buktikan kalau menghilangkan nyawa seseorang itu ada sanksi hukumnya,” katanya.

Sementara Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti, yang diminta tanggapannya melalui pesan WhatsApp tidak memberikan tanggapa terkait kerapnya terjadi kebakaran sumur bor milik warga hingga menelan korban jiwa. dan kasusnya itu tidak pernah terangkat ke ranah hukum. “Silahkan konfirmasi dengan Kasat Reskrim,” katanya singkat.

Kasat Reskrim Musi Banyuasin AKP Deli Haris, pun demikian, Kasat menyarankan untuk bertanya kepada Kanit Pidsus Iptu Rusli. “Maaf masih ada giat di Polda sm Kapolres nanti hubungi Kanit Pidsus iptu Rusli no hp : +6281 1711-xxx, trims,” katanya.

Yang kemudian meski sudah berjanji untuk bertemu Kanit Pidsus tidak berada di tempat. “Ke kantor be, ku tunggu skrg),” ucapnya, Namun saat tiba dikantornya Polres Musi banyuasin, Iptu Rusli tidak berada ditempat. (red)

Tinggalkan Balasan