Tabliq Akbar Peringatan Isro Mi’raj Way Kanan di Pondok Pesantren Miftahul Huda - Sinarlampung.com

Tabliq Akbar Peringatan Isro Mi’raj Way Kanan di Pondok Pesantren Miftahul Huda

Spread the love

Waykanan (SL)-Wakil Bupati Edward Antony mengatakan kegiatan Tabliq Akbar merupakan sarana yang sangatlah dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kualitas ibadah dan membangun tali Ukhuwwah Islamiyah. Sebab dengan terjalinya persaudaraan yang kuat dengan dilandasi akidah, dan iman, serta berdasarkan agama yang murni karena Robb Yang Maha Esa, Insya Allah mampu mempersatukan umat Islam.

Tausiah dan doa bersama di Tabliq Akbar

“Atas nama pemerintah Way kanan, saya berharap Tabliq akbar atau pengajian ini dapat tetap langgeng dan semakin berkembang di Daerah kita ini. Sehingga bisa menjadikan masyarakat yang taat dan bertaqwa kepada Allah SWT, dan Rasul-Nya, serta akan semakin memahami makna kandungan Al-Quran dengan penafsiran-penafsirannya,” kata Edward Antony, Selasa 09 April 2019, saat membacakan sabutan tertulisnya, pada Peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijirah di Pondok Pesantren Miftahul Huda bekerjasama dengan Polres Way Kanan..

Menurut Edward Antony, salah satu bentuk keiman sebagai umat Islam yang taat adalah berdzikir, menyebut nama Allah Azza wa Jalla, dan bershalawat, menyebut Nabi Agung panutan umat, Sayyidina Muhammad SAW, sehingga pancaran karunia Allah senantiasa menyinari umat semua. Betapa pentingnya makna dzikir dan shalawat dalam kehidupan seorang muslim, sehingga Allah SWT menyebut-nyebut dan membanggakan umat-Nya yang gemar berdzikir, dan bersholawat dihadapan para malaikat-Nya.

“Terlebih lagi dengan mereka yang berkumpul dalam perkumpulan semacam Tabliq Akbar ini, dan juga mengingatkan kepada kita, agar kaum muslimin selalu mengaitkan segala sesuatu dalam kehidupannya dengan melihat kecintaan mereka kepada Rasulullah SAW. Tidak ada tauladan dalam semua sisi kehidupan manusia kecuali mengacu kepada diri dan perilaku Rasulullah SAW, yang begitu sempurna,” katanya.

Edward Antony menambahkan kaum Muslimin memperingati Isra Mi’raj Nabi Agung Muhammad SAW ini sebagai satu peristiwa yang sangat luar biasa, yakni perjalanan Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam dari Makkah ke Baitul Maqdis, kemudian ke sidratul muntaha menghadap Pencipta alam semesta dan Pemeliharanya.

Peristiwa ini tidak akan dilupakan kaum muslimin, karena perintah sholat lima waktu sehari semalam diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW pada saat Isra dan Mi raj ini. Tiang agama ini tidak akan lepas dari peristiwa Isra dan Miraj Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam. Peristiwa ini terjadi antara bulan sebelum Rasulullah SAW diperintahkan untuk melakukan hijrah ke Yatsrib (Madinah).

Allah SWT mengisahkan peristiwa agung ini di Surat Al-Isra ayat pertama: “Maha Suci Allah Yang telah memperjalankan hambanya pada suatu (potongan) malam dari masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

“Marilah kita ikuti dengan seksama tausiah yang akan disampaikan penceramah nantinya, sehingga kita dapat mendapat hidayah atau petunjuk, dan semoga pengetahuan dan wawasan keagamaan kita makin meningkat dan yang lebih utama adalah kita dapat terus memelihara silaturrahmi antara ulama, umaro dan ummat,” katanya. (Indro/Sam’un)

Tinggalkan Balasan