SSR TBC Aisyiyah Lampung Tengah Adakan Pelatihan Kader - Sinarlampung.com

SSR TBC Aisyiyah Lampung Tengah Adakan Pelatihan Kader

Spread the love

Lampung Tengah (SL)-TBC merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan, dengan lama pengobatan 6-9 bulan. TBC ditularkan dengan cara drobplet (percikan dahak) lewat udara dengan penularan tinggi. Penularan 1 orang bisa menularkan 10-15 pertahunnya sehingga TBC menjadi salah satu penyakit yang menjadi perhatian khusus oleh WHO, Minggu, (21/4/2019).

Aisyiyah adalah salah satu organisasi yang peduli terhadap pemberantasan penyakit TBC. Salah satu usahan yang diĀ  lakukan oleh Aisyiyah memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang penyakit TBC. Maka jalan yang ditempuh adalah bentuk kader TBC di setiap Kecamatan yang terdiri dari 5-7 kader.

Hasbullah koordinator Pelaksana mengatakan Community TB Care Aisyiyah Lampung Tengah dalam hal tersebut, melaksanakan kegiatan Training kader TBC yang bertujuan tercapainya target bulan januari -Juni 2019, terduga 2511, Tenotifkasi 419 dan edukasi Tes HIV 377. Sedang sampai bulan Maret terduga baru tercapai 30%, dan ternotikasi baru 20%. Adapun kader yang di latih sebanyak 28 kader, 8 kader lama dan 20 kader Baru. Yang tersebar di 5 kecamatan (Kalirejo, Sendang agung, Padang Ratu, Pubian, Selagai Lingga dan Kota Gajah),”Katanya.

Zulyana Samba Kepala SRR Lamteng dalam sambutannya Kegiatan Pelatihan kader TBC ini di laksanakan selama 3 hari 20-22 April 2019 di aula Hotel Asyafiiyah Kota Gajah. Adapun Narasumber ada dari Dinas Kesehatan Lampung Tengah, Pimpinan Daerah Aisyiyah Lampung Tengah, Fasilitator ada dari Puskesmas Kota Gajah, SR TBC Lampung dan SRR TBC Lamteng.

Materi yang disampaikan Peran Aisyiyah dalam Penanggulan TBC, Kondisi TBC terkini, Info Dasar TBC, Kolaborasi TBC HIV, Pemberdayaan Masyarakat, Komunikasi Efektif, Penyuluhan dan Pencatat dan Pelaporan Kader, Ucapnya.

Sudiyanto Koordinator SR Lampung menambahkan Harapan Besar dari pelatihan ini bahwa kader lama bisa menguatkan pengetahuan dan kader Baru sadar dan faham akan penyakit TBC dan akhirnya peningkatan capain yang telah di targetkan. Dan tujuan dari pembentukan kader ini, untuk memutuskan mata rantai penularan TBC.

Sehingga kemampuan komunikasi, Penyuluhan dan jejaring harus di perkuat. Tugas dan peranĀ  kader itu membantu petugas kesehatan dalam meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat, serta mendukung penemuan kasus dan pendampingan pasien TBC, Ujar Sudiyanto. (Wagiman).

Tinggalkan Balasan