SMSI Peduli Santuni Warga Miskin Yang Makan Daging Kucing Mati di Lampung Utara - Sinarlampung.com

SMSI Peduli Santuni Warga Miskin Yang Makan Daging Kucing Mati di Lampung Utara

Spread the love

Lampung Utara (SL)-Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung, prihatin dengan kondisi Wagimin dan Suyatno, warga Jalan Jeruk, Kelurahan Kelapatujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, yang sempat memakan daging kucing mati dikarenakan tidak mampu membeli bahan makanan. Ketua SMSI Lampung Donni Irawan, mengirimkan bantuan sejumlah uang tunai, melalui Pengurus SMSI Kabupaten Lampung Utara, Ardiansyah, Sabtu, (21/9/2019).

Baca : Kemiskinan Paksa Kakak Beradik Memakan Kucing Mati di Lampung Utara, Merebus Airpun dengan Kaleng Bekas

Ketua RT II saat menerima titipan dana SMSI Peduli untuk Wagimin dan adiknya

Ketua SMSI Provinsi Lampung, Donny Irawan, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tingkat perekonomian Wagimin dan adiknya yang telah memakan daging kucing, tentu dikarenakan keterbatasan ekonomi dan kemiskinan yang menjadi penyebab terjadinya persoalan sosial tersebut.

“Semoga bantuan dapat dimanfaatkan dan bisa dibelikan untuk kebutuhan hidupnya. Miris sekali mendengar kabar ada keluarga miskin dan memiliki keterbatasan mental sampai makan daging kucing mati. Harusnya tidak perlu terjadi jika pemerintah peduli dengan kehidupan warganya,” kata Donny Irawan, Sabtu, (21/9/2019), melalui pesan whatApps.

Ketua RT II, Suyatno, membenarkan jika dirinya juga melihat secara langsung saat Wagimin memotong-motong daging kucing untuk dimakan. “Iya, benar. Saya melihat secara langsung saat Wagimin sedang memotong-motong daging kucing. Saya tanya sama dia (Wagimin), itu daging apa? Dan Wagimin menjawab daging kucing buat dimakannya bersama adiknya yang memiliki keterbelakangan mental,” kata Suyatno, Sabtu, (21/9/2019).

Ketua SMSI lampung bersama Wagimin

Suyatno mengatakan yang mengalami keterbelakangan mental adalah adiknya Suyatno, bukan Wagimin yang memiliki keterbelakangan mental. Mereka berdua sempat dibawa oleh Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara untuk diberikan perawatan. “Dulu, kedua kakak beradik ini sempat dibawa oleh Dinas Sosial untuk berobat selama kurang lebih tiga bulan lamanya,” katanya.

“Yah, setelah itu, tidak ada lagi bantuan. Kalau Wagimin kondisi mentalnya saat ini cukup baik. Namun adiknya, terkadang masih sering kumat dan kondisinya seperti yang kita lihat saat ini, Pak,” kata Suyatno, saat menerima titipan dana bantuan Ketua SMSI Provinsi Lampung, Donny Irawan, yang disampaikan Pengurus SMSI Kabupaten Lampung Utara didampingi sejumlah pengurus Komunitas Jum’at Berbagi (KJB) Lampura.

Ketua SMSI Lampung Utara, Ardiansyah, mengatakan dana bantuan yang diberikan melalui SMSI Peduli dititipkan kepada Ketua RT II Suyatno agar dana tersebut dapat terkondisi sesuai kebutuhan kedua kakak beradik tersebut. “Kami sengaja menitipkan dana SMSI Peduli untuk Wagimin dan adiknya agar dapat dimanfaatkan dengan tepat. Karena kami khawatir, jika dana langsung kami berikan kepada mereka, justru tidak dapat dimanfaatkan dengan baik,” kata Ardiansyah yang diamini Koordinator KJB Lampura, Firmansyah, SE, MM.

Saat memberikan santunan tali asih SMSI Peduli, Ketua SMSI Lampura, Ardiansyah, didampingi Wakil Sekretaris SMSI Lampura, Andrian Volta, anggota pengurus SMSI Lampura Hamsah serta Ahmad Nawawi. Tampak juga Koordinator KJB Lampura, Firmansyah, disertai anggota Ali Rosidi dan Ahmadi. (red)

Tinggalkan Balasan