SMA Negeri 4 Tumijajar Tidak Masuk Standar Muridnya Hanya 12 Orang?

Spread the love

Sharing is caring!

Tulangbawang Barat (SL) – Meski Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy akan memulai menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan murid baru mulai tahun ajaran 2017/2018, namun di Tulangbawang Barat (Tubaba) masih ada SMAN yang memiliki murid dibawah standar.

Siswa Yang Terdaftar di SMAN 4 Tumijajar

Seperti yang dialami Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 4) Tumijajar, yang berlokasi di Tiyuh Gunung Menanti kecamatan Tumijajar kabupaten Tubaba, hingga saat ini baru memiliki 12 siswa. Padahal sekolah tersebut berdekatan dengan SMPN3 Tumijajar dan MTs MHM.
“Kami hanya memiliki 12 siswa karena SMAN4 Tumijajar baru berdiri tahun ini,”ujar kepala sekolah SMAN4 Paijo M.Pd. kepada sinarlampung.com. Sabtu (6/10/18).

Ia mengatakan hal ini diakibatkan belum ada cara mangatasi pelajar untuk berburu masuk ke sekolah-sekolah favorit yang jauh dari tempat dia berdomisili atau keluar dari daerahnya. Menurutnya, sebelumnya penerimaan murid baru di sekolah-sekolah negeri menggunakan nilai tertinggi yang berasal dari nilai evaluasi belajar murni (NEM).

Akibatnya, banyak muncul sekolah-sekolah favorit yang berdampak negatif pada beberapa hal, seperti para murid berlomba untuk masuk sekolah favorit tersebut, sehingga banyak sekolah yang kurang favorit jadi kekurangan murid.

“Untuk itu saya sangat mendukung pemerintah merubah sistem penerimaan siswa baru yang menggunakan NEM atau grade menjadi berdasarkan zonasi, sehingga semua sekolah baik negeri maupun swasta wajib untuk menerima murid-murid baru yang masuk dalam radius zonasinya,”ungka Paijo.

Dirinya juga memastikan, sekolahan yang ia pimpin pola penerimaan siswa baru tidak akan terjadi pungli.
“Solusinya cukup bagus, tinggal lagi bagaimana penerapannya di lapangan nantinya, dan saya berharap kedepan SMAN4 Tumijajar memiliki siswa baru sesuai standar Guru pendidikan”kata Paijo.

Mifta salah satu guru yang mengajar di SMA N4 Tumijajar menuturkan, dengan Jumlah murid yang lebih sedikit, dirinya menjadikan hal tersebut suatu dorongan untuk mendidik anak muridnya yang cerdas dan berakhlak.

“Tentunya ini menjadi semangat dan motifasi kami mas,”ucap Mifta yang di Amini Meylisa dan Jobi Arifin guru SMA N4 Tumijajar.

Paijo M.Pd. selaku kepala sekolah SMA N4 Tumijajar sangat bangga dengan semangat dan kinerja para guru yang mengajar.

Saya sangat bangga dengan kinerja para guru-guru yang tidak pernah merasa lelah dan bosan mengajar,”ucap Paijo.

Ia pun menuturkan untuk menarik minat orang tua agar ingin memasukkan Anaknya ke SMA N4 Tumijajar, maka pihaknya akan berusaha mengukir berbagai prestasi.

“Kita usahakan kinerja yang baik serta prestasi, dengan memiliki bekal tersebut InsyaAllah para orang tua bisa melirik sekolah kita, dan kesadaran orang tua untuk perduli terhadap pendidikan anaknya meningkat,”pungkasnya (Robert)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *