SMA Negeri 1 Way Pengubuan Diduga Tarik Iuran Rp150 Ribu Perbulan Dan Wajibkan Beli Buku LKS - Sinarlampung.com

SMA Negeri 1 Way Pengubuan Diduga Tarik Iuran Rp150 Ribu Perbulan Dan Wajibkan Beli Buku LKS

Spread the love

Lampung Tengah (SL)-Sekolah SMAN 1 Way Pengubuan Lampung Tengah melakukan pungutan liar (pungli) bulan berdalih uang iuran bulanan Rp150 ribu, kepada setiap murid,  dan keuntungan menjual buku LKS disekolah.

Drs Suwondo Waka Kesiswaan

Informasi yang dihimpun dari para pelajar membenarkan ada pungut liar berkedok iuran itu,  yang ditarik setip bulan,  dengan. Nilai Rp150 ribu. “Tiap bulan ya bayarn Rp150 ribu.  Itu belum lain lain om.  Ada ini itu,  dan wajib beli buku LKs, ” kata seorang pelajar,  diamini teman temannya.

Ironisnya Kepala Sekolah M. Siswanto, justru selalu menghindar jika dihubungi wartawan.  Meski ada di tempat,  selalu memerintahkan Satpam,  hingga par guru,  untuk mengatakan tidak ada.  Bahkan sempat ngabur menggunakan mobilnya,  saat di datangi wartawan.

Saat wartawan mendatangi SMA 1 Way Pengubuan,  dan meminta ijin petugas keamanan Satpam Sekolah mengatakan Kepala Sekolah sedang tidk masuk. Tak lama berselang melaju kencang mobil jenis taf keluar sekolah,  yang diduga adalah Kepala Sekolah.

Hal senada dikatakan Staf Guru, “Saya serba salah jika kedatangan LSM atau Wartawan, saya bilang Kepsek ada diruangnya, pasti saya dimarahi Saya hanya pekerja dan ikut perintah dari kepsek M. Siswanto,” kata salah seorang staf SMAN 1 Way Pengubuan.

Untuk, mendapatkan konfirmasi, wartawan bertemu Drs Suwondo, Waka SMAN 1 Way Pengubuan. Namun Suwondo,  mengku tidak tahu,  dan tidak bisa memberikan penjelasana.

“Saya tidak tahu,  dan tidak bisa menjelaskn itu.  nantin salah, langsung saja dengn bapak kepala sekolah, ” ucap Suwondo.

Sebagai wartawan, dibekali Etika dan Kode Etik jurnalistik dan dilindungi undang undang No.40 tahun 1999 tentang Pers mas, dalam Pasal 4 dan pasal 18.

“Dalam ayat 1 disebutkan Setiap orang yang secara hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas Pers dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah),” kata Sepriyanto, salah seorang wartawan yang ikut mendtangi sekolah itu.

Menurut dia,  seharusnya tidak perlu takut, karena wartawan hanya ingin konfirmasi,  untuk keberimbangan berita,  bukan macam macam.  “Jika begini,  menghindar justru malah aneh,  dan mencurigakan,” katanya. (Ersyan)

Tinggalkan Balasan