Situs Megalitikum Kekayaan Wisata Peninggalan Purbakala Lampung Barat - Sinarlampung.com

Situs Megalitikum Kekayaan Wisata Peninggalan Purbakala Lampung Barat

Spread the love

Lampung Barat (SL)-Kabupaten Lampung Barat selain udaranya yang dikenal sejuk dengan berbagai pemandangan yang indah dari pegunungan. Termasuk lokasi Peninggalan Purbakala Ke Situs Megalitikum Wisata Sejarah Lampung Barat, yang berada di Kecamatan Kebun Tebu dan Gedung Surian, Lampung Barat.

Jika ingin melakukan perjalanan dari pusat Kota Bandar Lampung dengan kendaraan diperlukan waktu kurang lebih 4-5 jam perjalanan. Rute dapat ditempuh melalui Jalan Lintas Tengah Sumatra Bandar Lampung-Kotabumi Lampung Utara–Bukit Kemuning-Sumber Jaya-Kebun Tebu Lampung Barat .

Ketika sampai di Sumber Jaya ambil arah menuju Kecamatan Kebun Tebu dan Gedung Surian. Jalan tersebut ada disisi sebelah kiri jalan patokannya ialah Patung Tugu Ir Soekarno, jalan tersebut juga disebut dengan Jalan Simpang Tebu. Selanjutnya butuh jarak tempuh sekitar 13-25 KM sampai kelokasi Situs Megalitikum, tergantung lokasi mana dulu yang mau di kunjungi.

Kepada sinarlampung.com, penjaga Situs Ristio Widodo, yang akrab si panggil Mang Karta menjelaskan bahwa Situs Megalitikum adalah satu dari sekitar 8 situs yang ada di Lampung Barat, kedepalan situ itu masing masing bernama Situs Batu Brak, Situs Batu Jagur, Situs Telaga Mukmin, Situs Batu Tameng, Situs Batu Cabang Dua, Batu Jaya dan Air Ringkih.  Tapi hanya 3 situs yang terkenal yang sering di kunjungi masyarakat sekitar yaitu Situs Megalitikum Batu Brak, Batu Jagur dan Situs Megalitikum Batu Telaga Mukmin.

wisatawan lokal

Dari ketiga situs tersebut tersebar di Pekon yang pertama Situs Megalitikum Batu Brak yang terletak di Pekon Purajaya, Kecamatan Kebun Tebu, lalu Situs Megalitikum Batu Jagur di Pekon Tugu Mulya Kecamatan Kebun Tebu, dan yang ketiga Situs Megalitikum Telaga Mukmin yang ada di Pekon Puramekar Kecamatan Gedung Surian.

“Dari sini yang sering dijumpai di lokasi ada Batu Menhir, Batu Dolmen, Batu Umpak, Batu Datar dan Batu Manik Manik. Wisata situs megalitikum lokasi wisata yang menyimpan aneka bebatuan yang pastinya sudah ada zaman megalitikum,” kata Mang Karta yang bertugas sejak tahun 2007 lalu.

Menurutnya, sebenarnya Lampung barat sangat kental dengan sejarah salah satunya penginggalan purbakala dilokasi banyak batu memiliki bentuk bermacam –macam serta mempunyai kegunaan dan fungsi masing masing. Batu Menhir, misalnya, batu ini berbentuk seperti tihang yang berdiri tegak.

“Pada zaman dahulu konon penandaan atau suatu penguburan dan dipercayai oleh sebagian untuk menolak bahaya, serta pemberian hukum-hukum upacara besar yang dilakukan. Bisa diambil kesimpulan bahwa batu menhir berfungsi sebagai tempat pemujaan,” ujarnya.

Batu Dolmen biasa disebut sebagai batu meja yang di sangga oleh bebatuan yang kecil di bawah nya yang terdiri dari 4 hingga 6 bebatuan. Tidak berbeda jauh fungsinya dengan batu Menhir, batu dolmen juga berfungsi sebagai tempat pemujaan. Disana ditemukan kurang lebih 27 buah bebatuan dolmen yang terbesar di Situs Megalitikum Telaga Mukmin, Pekon Puramekar, Kecamatan Gedung Surian dengan ukuran panjangnya mencapai 300 cm, lebarnya 209 cm serta 69 cm tebalnya.

Batu Umpak digunakan hanya sebagai penyangga tiang rumah adalah fungsi dari jenis batu ini. Batu datar fungsinya untuk menaruh sajian/sesaji. Prinsip dasar yang dimiliki oleh batu ini hampir sama seperti yang dimiliki oleh jenis batu dolmen. namun yang membedakan ialah batu datar tidak memiliki batu penyanggah. Batu manik -manik batu yang berfungsi sebagai hiasan dan bila saat pemiliknya meninggal, perhiasan ini juga turut di kubur dan digunakan kepada si mayit.

Situs Megalitik Batu Brak pertama kali ditemukan pada tahun 1951 oleh BRN (Badan Rekonstruksi Nasional). Selanjutnya pada tahun 1980 dilakukan penelitian pertama kali oleh Prof. Dr. Aris Soekandar seorang arkeolog dari Jakarta. Dari penelitian yang dilakukan tersebut, disimpulkan bahwa situs megalitik Batu Brak ini dahulunya dipakai sebagai tempat pemujaan, bukan tempat pemakaman pada zaman animisme.

Kemudian situs ini telah melalui pemugaran selama empat tahap, yang dimulai pada tahun 1984 hingga 1989. Pada tahun 1989, komplek Situs Megalitik Batu Brak ini mulai dibuka untuk umum baik untuk wisata maupun untuk keperluan penelitian.

Penugunjung bisa merasakan suasana yang berbeda dibandingkan ketika berkunjung ketempat wisata lainnya. Suasana situs sejuk bahkan ketika pagi dan sore udaranya cendrung dingin hal ini ada beberapa faktor di sekitar situs perbukitan dan pegunungan yang indah. Lokasi ini sangat cocok dijadikan untuk liburan, piknik bersama keluarga, nongkrong, tempat berfoto.  Ada beberapa banyak spot yang terbuka dan sejuk di bawah pepohonan.

Lokasi situs ini juga dikelilingi oleh kebun kopi milik masyarakat, bahkan dulunya komplek situs ini adalah milik perkebunan masyarakat situs ini cukup ramai saat libur, libur panjang dan libur lebaran. Tetapi selain hari tersebut situs ini sangat sepi dan jarang di kunjungi.  (Indrawan)

Tinggalkan Balasan