Sidang Gugatan Penyerobot Lahan Kampus STAI Tuba, Majelis Hakim Pemeriksaan Setempat - Sinar Lampung

Sidang Gugatan Penyerobot Lahan Kampus STAI Tuba, Majelis Hakim Pemeriksaan Setempat

Spread the love

Sharing is caring!

Tulang Bawang (SL) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Menggala menggelar sidang pemeriksaan ditempaf, dalam perkara sidang lanjutan kasus gugatan penyerobotan lahan Kampus STAI Tulang Bawang di Tiyuh Cahyo Randu, Kecamatan pagar dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat kembali digelar oleh Pengadilan Negeri Menggala, Rabu (06/02).

Sidang beragenda pemeriksaan setempat atau sidang yang dilakukan di obyek atau lahan, yang kini lahan tersebut sudah ada bangunan megah berlantai 3 adalah bangunan dari Sekolah Islam (STAI) Tulangbawang (Tuba) Yang menjadi tergugat dengan nomor perkara 27/Pdt.G/2018 di Pengadilan Negeri Tulangbawang.

Hasil pemeriksaan di lokasi objek perkara,  yang menjadi Kampus STAI  itu ternyata tidak mempunyai legalitas kepemilikan lahan, izin mendirikan Bangunan (IMB) dan legalitas izin pendirian, termasuk izin operasional Sekolah Tinggi Agama Islam Tulang bawang dari kementerian Agama. “Lahan ini diserobot,  lalu dibangun,  tanpa hak milik,  dan ijin ijin proses bangunan, ” kata Irfan Rinaldi selaku kuasa hukum atas nama ahli waris Samudji (Alm).

Sidang Yang beragendakan pemeriksaan setempat (PS) sebelumnya di jadwalkan pada hari Jumat (01/02) lalu, namun tertunda di karenakan pihak Badan pertanahan Nasional Kabupaten Tulang bawang berhalangan hadir, maka keputusan dari Ketua Majelis dalam persidangan ini di tunda sampai hari Rabu (06/02).

Dalam gugatan tercatat ada 16 lembaa, yang mayoritas banyak yang berhalangan hadir. Ketua majelis dalam persidangan Aris Fitra Wijaya SH. MH Di dampingi Oleh majelis Anggota Dina Puspasari SH. MH Dan Majelis Anggota Doni SH dalam sidang dijadwalkan pukul 09.00 WIB akhirnya sidang baru bisa dilaksanakan pada pukul 17.30 Wib.

Bersamaan Aris Fitra Wijaya SH. MH. Selaku Ketua majelis hakim pengganti dalam kasus ini semestinya Pihak Badan Pertanahan Nasional harus hadir akan tetapi kenapa Mereka tidak memenuhi undangan yang sudah kami kirimkan dari beberapa hari kemarin.

“Karena untuk memastikan obyek permasalahan ini adalah pihak Badan Pertanahan Nasional, ini ada apa kalau mereka tidak hadir ini patut jadi pertanyaan kita, dan yang jelas saya baru pertama kalinya masuk dalam kasus ini karena saya adalah majelis pengganti kami ini bertiga semuanya Majelis pengganti, ” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya menilai banyak kejanggalan dalam perkara nomor 27/Pdt.G/2018 di Pengadilan Negeri Menggala, “Sebelumnya pernah saya tawarkan pemeriksaan berkas ulang akan tetapi Ketua majelis hakim yang awalnya menolak tawaran saya,” pungkasnya. (Mardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *