Setiap Tahun, Proyek PUPR Mesuji Bermasalah? - Sinarlampung.com

Setiap Tahun, Proyek PUPR Mesuji Bermasalah?

Spread the love

Sharing is caring!

Bandarlampung (SL) – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terhadap Bupati Mesuji Khamami, kontraktor Sibron Azis dan sejumlah pihak lainnya terkait dengan proyek pengadaan material di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mesuji tahun 2018. Kuat dugaan proyek pengadaan material Dinas PUPR Mesuji ini memang bermasalah setiap tahun Proyek pengadaan material tahun 2014 dan 2015 sempat mecuat ke publik karena ada indikasi material batu itu di jual ke desa-desa. Bahkan, masalah ini sempat diusut oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

Berdasarkan dokumen yang di peroleh, tahun 2015 dan 2014 Dinas PUPR Mesuji memiliki proyek pengadaan material batu. Tahun 2015 diantaranya Pengadaan Bahan Material Kecamatan Rawajitu Utara dan Mesuji Timur dengan nilai Rp23.236.539.033 yang dilaksanakan PT. Suci Karya Badinusa, Pengadaan Bahan Material Kecamatan Way Serdang, Panca Jaya, Simpang Pematang. Kegiatan dengan anggaran Rp5.642.500.000 di laksanakan oleh PT. Sumberjaya Prima Kencana, Pengadaan Bahan Material Kegiatan Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong Jalan Lingkungan dengan anggaran Rp18.176.850.000 dilaksanakan PT. Sumberjaya Prima Kencana.

Sementara, tahun 2014 Dinas PU Mesuji mengalokasikan anggaran untuk Pengadaan Batu 5/7 Kecamatan Simpang Pematang sebesar Rp4.710.825.000, untuk Pengadaan Batu 5/7 Kecamayan Way Serdang Rp3.860.850.000, untuk Pengadaan Batu 5/7 Kecamatan Mesuji sebesar Rp3.595.500.000, dan Pengadaan Batu 5/7 Kecamatan Mesuji Timur senilai Rp2.870.619.000.

Proyek material PUPR Mesuji tahun 2016 juga tak luput dari masalah. Sebab, pemenang tender proyek itu PT. Alkayza Mulia ternyata memasukkan penawaran tahun 2014. Namun, perusahaan itu justru dengan mudah lolos verikasi berkas tender dan melenggang jadi pemenang tender. Berdasarkan dokumen yang di peroleh Harian Pilar, pada tahun 2016 Dinas PU Mesuji mengalokasikan anggaran Rp5 Miliar untuk belanja bahan material Rawajitu Utara.

Kemudian, proyek ini dilelang dan sebagai pemenang lelang adalah PT. Alkayza Mulia dengan Kontrak Nomor 600/KTR/BTU.02- BM/III.08/MSJ/2016 dengan nilai kontrak Rp4.967.600.000.00; Anggaran sebesar itu untuk membiayai pengadaan tanah batu urugan sebanyak 20.000 M3, dengan harga satuan Rp225.800/M3. Namun, PT. Alkayza Mulia sebagai pemenang tender ternyata memasukkan dokumen penawaran yang berlaku sampai tanggal 5 November 2014. Padahal nyata-nyata proyek ini tahun 2016.

Anehnya PT. Alkayza Mulia diloloskan dalam verikasi administrasi dan kualikasi tender dan dijadikan sebagai pemenang tender proyek tersebut. Diberitakan sebelumnya, kontraktor Sibron Azis yang turut diamankan oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) bersama Bupati Mesuji, Khamami dan sejumlah pihak lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (23/01/2019) lalu, ternyata memang langganan menggarap proyek Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mesuji bernilai besar.

Selain melakukan OTT, KPK juga melakukan penyegelan terhadap Kantor PT. Suci Karya Badinusa (Subanus) yang berada di Jalan DR. Harun II Nomor 08 Kelurahan Kota Baru Kecamatan Tanjungkarang Timur Kota Bandarlampung. Dari dokumen yang diperoleh Harian Pilar, PT. Suci Karya Badinusa (Subanus) yang diduga milik Sibron Aziz tahun 2015 dan 2016 mengerjakan beberapa proyek dengan total nilai puluhan miliar di Dinas PUPR Mesuji.

Tahun 2015, PT. Subanus mengerjakan proyek pengadaan bahan material Kecamatan Rawajitu Utara dan Mesuji Timur dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp23.236.539.033. Kemudian, tahun 2016 PT. Subanus mengerjakan dua paket proyek sekaligus, yakni Peningkatan Jalan Ruas Jalan Budi Aji – Adi Luhur (HOTMIX) senilai Rp8.640.000.000, dan Peningkatan Jalan Ruas Jalan Sp.Pematang – Budi Aji (HOTMIX) senilai Rp3.240.000.000.

Sementara, PT. Jasa Promix Nusantara dan CV. Sesilia Putri yang disebut oleh KPK juga milik Sibron Aziz tahun 2018 masing-masing memenangkan dua paket proyek dengan nilai miliaran. PT. Jasa Promis Nusantara memenangkan tender proyek pengadaan bahan material ruas brabasan – mekarsari senilai Rp3.754.379.000, dan proyek Pengadaan base senilai Rp9.242.750.000. Sementara, CV. Sesilia Putri memenangkan tender proyek Pengadaan bahan material penambahan kanan-kiri (segitiga emasmuara tenang) senilai Rp1.226.829.000, dan proyek Pengadaan base Labuhan Mulya – Labuhan Baru – Labuhan Batin senilai Rp1.477.400.000.

Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi pada Rabu (23/01/2019) hingga Kamis (24/01/2019) di Lampung. Secara keseluruhan, KPK mengamankan total 11 orang di tiga lokasi di Kota Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Mesuji. Mereka adalah, Khamami (KHM) Bupati Mesuji periode 2017 2022, Tauk Hidayat (TH) Swasta – Adik Bupati Mesuji, Wawan Suhendra (WS) Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).Lalu Sibron Azis (SA) Pemilik PT. Jasa Promix Nusantara (JPN) dan PT. Secilia Putri (SP), Kardinal (K) swasta, Najmul Fikri (NF) Kepala Dinas PUPR Kab Mesuji, Lut M (LM) PPTK Kasi Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Kab Mesuji. Serta Mai Darmawan (MA) Swasta rekan TH, SF dan N (2 Staff bagian keuangan, karyawan SA) dan juga seorang supir Bupati.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dan hasil pantauan tim di lapangan, pada Rabu (23/01/2019) sekitar pukul 15.00 tim KPK mengamankan TH (adik Bupati Mesuji) di depan toko Ban di Lampung Tengah.”Dari lokasi tim mengamankan uang sebesar Rp 1,28 miliar dalam pecahan Rp100 ribu yang dimasukkan ke dalam kotak kardus air mineral,” ujar Basaria, Kamis (24/01/2019).

Selain itu, tim KPK juga mengamkan dua orang lainnya di lokasi yang sama yaitu MD (rekan TH) dan supir Bupati Mesuji. Sebelumnya MD dan K membawa uang SA dari Bandar Lampung ke tempat TH di Lampung. “Uang di titipkan di toko Ban menunggu TH datang ke toko Ban, dan kemudian uang dipindahkan ke bagasi mobil merah,” jelasnya.

Sekitar pukul 15.30 tim KPK bergerak ke Jalan Bandar Jaya, Lampung Tengah, dan mengamankan K yang merupakan pihak perantara SA. Pukul 15.50 tim lainnya bergerak ke kantor milik SA di Jl Harun Tanjung Karang Timur dan mengamankan SA bersama dua orang staf keuangan. Pada kamis 2/4/2019 sekitar pukul 01.00 dini hari, tim menuju ke Rumah Dinas Bupati dan mengamankanmBupati Mesuji Khamami. Selanjutnya, pukul 06.00 tim mengamankan WS di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten. “Terhadap 11 orang yang diamankan tersebut, tim melakukan pemeriksaan awal di Polres Lampung Tengah, Polres Mesuji, dan Polda Lampung. Hari ini Kamis (24/01/2019) semuanya diterbangkan ke Jakarta dan tiba dalam dua waktu kedatangan sekitar pukul 09.00 dan pukul 15.50 WIB di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Basaria.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan bupati Mesuji Khamami (KHM) tersangka suap terkait pembangunan proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji pada tahun anggaran 2018.Selain Khamami, KPK juga menetapkan empat tersangka lainnya, yakni Tauk Hidayat adik dari Bupati Mesuji, Wawan Suhendra Sekretaris Dinas PUPR sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Lalu Sibron Azis Pemilik PT Jasa Promix Nusantara (JPN) dan PT Secilia Putri (SP) serta Kardinal sebagai pihak swasta. Selain itu, KPK juga menyegel Kantor PT Subanus, Rumah Dinas Bupati Mesuji dan Kantor Dinas PUPR Mesuji. (Harianpilar)

Tinggalkan Balasan