Sepasang Pelajar SMK 1 Terbanggi Besar Kepergok "Asoy Indehoi" di Toilet Sekolah? - Sinarlampung.com

Sepasang Pelajar SMK 1 Terbanggi Besar Kepergok “Asoy Indehoi” di Toilet Sekolah?

Spread the love

Lampung Tengah (SL)-Dua pelajar SMK Negeri 1 Terbanggi Besar tertangkap basah oleh gurunya sedang “Asoy” di dalam Toilet Sekolah. Kasus dua pelajar itu A dan M, kelas 11/2 SMK itu gemparkan dunia pendidikan di Lampung Tengah.  Kedua pelajar berlainan jenis itu dipergoki guru di kamar toilet, karena guru yang curiga, keduanya berlama lama di toilet sekolah, Jumat (1/11/2019)

Informasi yang beredar di kalangan dunia pendidikan di Lampung Tengah membenarkan kabar tersebut. “Iya, tapi sepertinya diredam, agar tidak sampai keluar,” kata sumber sinarlampung.com di Dinas pendidikan Lampung Tengah. SMK 1 Terbanggi sebelumnya adalah STM, yang didominasi murid laki laki.

Namun kasus itu juga santer di kalangan pelajar SMK di Lampung Tengah, bahkan jadi perbincangan di group WA. “Iya kak. Kemarin denger kabar dari kawan yang sekolah disana coba kakak langsung kesekolahannya aja biar tahu bener atau enggaknya kak,” ungkap salah satu pelajar SMK lainnya, Selasa (5/11/2019)

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Terbanggi Besar, Haryadi Brahim diruang kerjanya mengatakan kejadian tersebut benar terjadi dilingkungan sekolah yang dipimpinnya. “Kejadian Jumat (1/11/2019) kemarin. Saat itu saya sedang tidak disekolah mas, posisi saya saat itu sedang berada di Jakarta,” kata Haryadi, kepada wartawan dilangsir zonalampung.com

Ketika ditanyai kronologis kejadian tersebut Kepala Sekolah mengaku tidak mengetahui pasti. Dirinya mengaku hanya mendapatkan laporan dari Gurunya via phone. “Kurang tahu pastinya bagaimana mas. Saya tahu hanya dikabarkan via telepon pada saat itu, Tanya pak selamet aja mas kesiswaannya. Yang pasti kemarin pihak guru kita yang memergoki pelajar tersebut, karena menurut guru itu pelajar tersebut sudah terlalu lama didalam kamar mandi tidak keluar – keluar,” katanya

Menurut Haryadi atas peristiwa menyimpang itu, kedua pelajar tersebut diberikan sanksi skors oleh pihak sekolah agar mendapat binaan secara khusus dan dapat ditangani langsung oleh kedua orang tua pelajar. “Sudah kita berikan hukuman kedua pelajar tersebut. Mereka kita skorsing dan kita panggil kedua orang tuanya untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya. (Red)

Tinggalkan Balasan