Selain Saply dan Fuad Amrullah, Polda Kejati dan Kejari Tulang Bawang Disebut Dapat Jatah Proyek Mesuji? - Sinarlampung.com

Selain Saply dan Fuad Amrullah, Polda Kejati dan Kejari Tulang Bawang Disebut Dapat Jatah Proyek Mesuji?

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Selain nama Plt Bupati Saply dan Ketua DPRD Mesuji Fuad Amrullah disebut menerima jatah proyek PUPR Mesuji, termasuk ada nama Lukman wartawan, Polda Lampung, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulang Bawang dan Kejaksaan Tinggi (Kejati). Paket proyek dan ploting diatur langsung oleh Bupati Non aktif Khamami.

Plt Bupati Safly tengah), Ketua DPRD Fuad Amrullah kiri) dan mantan Kepala Dinas PUPR Najmul Fikri kanan)

Kesaksian itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara suap fee proyek infrastruktur Dinas PUPR Mesuji.yang menhadirkan Plt. Bupati Mesuji Saply T.H, Ketua DPRD Mesuji Fuad Amrullah, dan mantan Kadis PUPR Mesuji Najmul Fikri, yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (11/7).

Dihadapan majelis dipimpin Ketua Majelis Hakim, Siti Insirah, Najmul Fikri menjelaskan bahwa tahun 2018 Saply dan Fuad juga turut menerima sejumlah paket proyek di Dinas PUPR. “Ya sejumlah nama dan liat ploting itu ada Taufik Hidayat, beberapa instansi seperti kepolisian, kejaksaan, Ketua DPRD Fuad Amrullah, dan ada Wakil Bupati Saply,” kata Najmul Fikri menjawab pertanyaan JPU KPK Wawan Yunarwanto, yang juga didengar tiga terdakwa Khamami, Taufik Hidayat, dan Wawan Suhendra.

Terungkap bahwa pengatur lelang ditentukan Khamami. Dimana Khamami minta daftar proyek pekerjaan dan diisi olehnya lalu diserahkan ke Wawan Suhendra. Setelah itu Khamami menentukan ploting dan paket-paket pekerjaan. Dan tersebut bahwa yang menerimanya seperti, Taufik Hidayat, Aik adik bupati, Pakcik kerabat bupati, serta Rizon mantan tim sukses bupati. “Selain itu ada paket yang diberikan Polda Lampung, Lukman oknum wartawan, Kejaksaan Negeri Tulang Bawang, Kejaksaan Tinggi dengan paket pengadaan langsung,” jelasnya.

Mendengar pertanyaan itu, JPU KPK Wawan mencecar Najmul Fikri, apakah dirinya melihat langsung penentuan paket-paket tersebut. “Kalau melihat langsung tidak pernah, itu hanya omongan lisan dari Wawan Suhendra. Terus saya sampaikan setelah menerima laporan dari Wawan dan saya bilang ke dirinya, saya mohon biarkan pihak-pihak itu yang langsung saja ke Pokja,” jawab Najmul.

“Dan dari catatan itu, itu apakah nama penerima proyek atau hanya kode-kode saja,” tanya JPU KPK Wawan. “Saya tidak menerima catatan dan hanya Wawan Suhendra saja yang melapor ke saya. Karena saya juga enggak pernah menerima catatan itu, mau minta juga saya enggak berani,” katanya. (rdr/red)

Tinggalkan Balasan