Sekertaris Partai Demokrat Lampung Fajrun Najah Ahmad Tersangka di Polresta Bandar Lampung? – Sinarlampung.com

Sekertaris Partai Demokrat Lampung Fajrun Najah Ahmad Tersangka di Polresta Bandar Lampung?

Spread the love
Bandar Lampung (SL)-Sekertaris Partai Demokrat Lampung, Fajrun Najah Ahmad, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp2,7 miliar. Penyidik Polresta Bandar Lampung telah melayangkan surat panggilan kedua, namun Fajrun belum bisa hadir dengan dalih sakit.

BACA: Catut Nama Gubernur, Petinggi Partai Demokrat Lampung Diduga Tipu Pengusaha Rp2,7 Miliyar?

Kuasa hukum Fajrun Najah Ahmad, Ahmad Handoko, membenarkan jika kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan penggelapan uang senilai Rp2,7 miliar. “Ya benar, klien saya sudah ditetapkan jadi tersangka atas kasus tersebut,” kata Handoko saat dikonfirmasi, Jumat (13/9).

Penetapan tersangka itu, kata Handoko, diketahuinya setelah Dia menerima surat pemanggilan Fajar yang merupakan Sekretaris DPD Demokrat Lampung, untuk datang ke Polresta Bandar Lampung dengan status sebagai tersangka pada 12 September 2019. “Dalam surat pemanggilan itu, klien saya diminta untuk datang ke Polresta untuk diperiksa sebagai tersangka. Tapi karena kondisi kesehatannya, kami meminta penjadwalan ulang,” jelasnya.

BACA: Kasus Dugaan Penipuan, Polresta Mulai Periksa Sekertaris Partai Demokrat Lampung

BACA: Kuasa Hukum Fajrun Najah Ahmad Bantah Dugaan Penipuan Rp2,70 Miliar Melibatkan Partai

Handoko menegaskan, akan siap datang mendampingi kliennya untuk diperiksa. “Di pemanggilan kedua nantinya kami akan siap datang. Kalau untuk jadwal kan mereka (Polresta) yang menentukan kapan. Kami siap jika dipanggil ulang,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Rosef Effendi, belum bisa beri keterangan secara rinci terkait status Fajar dalam kasus penipuan senilai Rp2,7 miliar. “Masih pendalaman,” katanya. Ditanya soal Fajar ditetapkan sebagai tersangka, Rosef, hanya kembali menyatakan masih pendalaman. “Masih pendalaman. Memang kemaren itu mau kita periksa, tapi tidak datang. Kita akan jadwalkan pemanggilan ulang,” ujarnya.

Sementara Direktur Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol M. Barly Ramadani, mengaku belum mengetahui penetapan tersangka. “Saya belum tahu. Laporan terakhir dari Reskrim Polresta Bandar Lampung soal kasus itu, masih pendalaman,” kata Barly.

Fajar dilaporkan ke Mapolresta Bandar Lampung oleh Namuri Yasin atas dugaan penipuan. Laporan polisi tertuang dalam LP/B/4979/XII/2018/LPG Resta Balam, tanggal 17 Desember 2018. (kps/red)

Tinggalkan Balasan