Sehat Murah, Atasi Kangker Dengan Daun Kelor - Sinarlampung.com

Sehat Murah, Atasi Kangker Dengan Daun Kelor

Spread the love

Oleh : Cahya Fitri Ananda (FKM UNSRI)

Kata ”kanker” mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Tapi bukan kantung kering ya hehee. Ya, kanker yang dimaksud merupakan penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan pertumbahan sel tidak normal yang tak terkendali pada jaringan tubuh.

Penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor pola makan dan perilaku seperti (1) Kebiasaan merokok, (2) Kurang mengonsumsi buah dan sayur (3) Mengonsusmsi alkohol secara berlebihan (4) Indeks massa tubuh yang tinggi dan (5) Kurang aktivitas fisik.

Penyakit kanker akan berbeda dengan tumor karena “ibarat rumput yang menjalar walaupun sudah dibakar dan dipotong ia akan tetap tumbuh, sedangkan tumor ibarat pohon kelapa yang sekali dicabut sampai akar dia tidak akan tumbuh lagi” ujar Bu Dinar selaku guru biologi SMA-ku.

1 Hal inilah yang membuat kanker menjadi berbahaya, bahkan untuk saat ini pun masih belum ada obat pasti untuk mengobati penyakit kanker.

Tahu gak sih? Menurut Riskesdas pada tahun 2018, terjadi peningkatan prevalensi tumor/kanker di Indonesia dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk. Angka prevalensi kanker di Indonesia yang tinggi membuat Indonesia berada pada urutan 8  di Asia Tenggara dengan angka kejadian 136.2/100.000 penduduk.

Data globocan pada tahun 2018, menyatakan 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan, meninggal karena kanker. Kemudian data ini menyebutkan terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian, dimana 1 dari 6 perempuan  dan 1 dari 5 laki-laki di dunia mengalami kejadian kanker.

Bagaimana Cara Mengobatinya?

Telah banyak upaya yang dilakukan untuk mengobati kanker seperti, imunoterapi (terapi imun), kemoterapi, terapi radiasi dan terapi hormon yang akan memberikan efek samping berbeda kepada penderita kanker seperti rambut rontok, hilangnya napsu makan, kelelahan serta lemahnya memori dan konsentrasi penderita.

Bukan rahasia umum lagi jika beberapa upaya tersebut akan menghabiskan biaya yang relatif besar terutama bagi masyarakat menengah kebawah. Menurut dr. Jeffry B ”biaya pengobatan penyakit kanker yang relatif tinggi disebabkan oleh obat kanker yang mahal, bukan karena fasilitas dan metode dari pengobatan kanker itu”. Hal ini tentunya tidak bisa dinegoisiasi oleh masyarakat menengah kebawah yang mengalami penyakit kanker .

Daun Kelor sebagai “Miracle tree” Antikanker diketahui terdapat alternatif pengobatan tradisional yang relatif murah karena menggunakan obat herbal, yaitu dengan mengonsumsi daun kelor. Moringa oliefera atau yang dikenal dengan daun kelor merupakan tanaman yang berupa semak dan mudah ditemui di asia khususnya Indonesia.

Menurut Mansurah Abdulazeez seorang ahli biologi molekuler dari nigeria, tanaman kelor merupakan salah satu obat antikanker, dari dulu daun ini dipercaya sebagai obat dari semua penyakit karena manfaatnya yang beragam, bahkan dari daun hingga batangnya pun memiliki khasiat tersendiri untuk kesehatan.

Daun kelor merupakan sumber yang kaya akan zat besi, protein, lemak, karotenoid, vitamin ,dan nutrisi penting lainnya. Menurut hasil studi pada  jurnal Oncology letters bahwa ekstrak daun kelor yang larut dalam air dapat mengobati berbagai jenis kanker, seperti paru-paru, payudara dan kulit yang dapat mencegah serta membunuh kanker. Kandungan zat niazimin pada daun kelor juga sangat berpengaruh terhadap pencegahan perkembangan sel kanker dalam tubuh. Selain itu, daun ini juga memiliki kandungan antioksidan sebagai antiinflamasi dan dapat menangkal radikal bebas yang bisa meredakan peradangan pada kanker.

Cara Mengolah Daun Kelor

Terdapat beberapa cara untuk mengolah daun kelor sebagai obat kanker yaitu:
1) Daun kelor yang dijemur  dan dikeringkan, sehingga dapat dijadikan teh dan disedu dengan air panas. “Daun kelor kering yang diolah menjadi bubuk setelah proses pemanasan dan pengeringan memiliki efek pengobatan yang tinggi” (agriculture and agricultural science procedia 2014).
2) Merebus daun kelor bersama rimpang jahe
3) Mengolah daun kelor menjadi olahan makanan seperti sayur bening.

*Cahya Fitri Ananda adalah FKM UNSRI*

Tinggalkan Balasan