Sebanyak 50 KK di Bandar Negeri Suoh Lambar Terancam Kehilangan Mata Pencaharian - Sinar Lampung

Sebanyak 50 KK di Bandar Negeri Suoh Lambar Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Spread the love

Sharing is caring!

Lampung Barat (SL) – Sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Mekar sari, Pekon (Desa) Ringin jaya, kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) kabupaten Lampung Barat (Lambar) terancam kehilangan mata pencahariannya, pasalnya lahan pertanian dan perkebunan mereka tergerus derasnya aliran air Kali Semaka.

Hendri, salah satu warga setempat yang mewakili warga lainnya menuturkan bahwa lahan pertanian dan perkebunan miliknya bersama warga lainnya yang terkena dampak gerusan Kali Semaka hingga kelebaran 50 meter. “Kondisi seperti ini sudah sejak setahun terakhir, tapi hingga kini pemerintah daerah belum juga merespons keluhan kami. Sedangkan ini merupakan satusatu nya sandaran hidup kami, mutlak kebutuhan kita dari situ,” kata Hendri melalui sambungan selulernya, Minggu (20/1/2019).

Hendri mengaku jika pihaknya sudah dua kali membuat laporan yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Lambar agar Kali Semaka tersebut bisa dinormalisai. Namun sampai saat ini belum juga mendapat respons dari pemerintah setempat. “Pertama kita buatkan laporan yang kita tujukan dengan pemerintah melalui salah satu anggota DPRD Dapil sini dan yang kedua kita buatkan dan kita kirim melalui aparatur Pekon untuk diberikan dengan Camat agar bisa ditindaklanjuti, namun lagi­lagi tidak ada kabar berita bahkan yang kita titipkan dengan aparatur Pekon ternyata tidak sampai di tangan Camat,” keluh Hendri.

Karena tidak ada satupun yang direspons lanjut Hendri, pihaknya kembali membuatkan laporan ulang untuk yang ketiga kalinya dan akan langsung diberikan dengan Camat untuk ditindaklanjuti ke pemerintah atau dinas terkait. “Sebetulnya kalau berdasarkan kaca mata kami selaku masyarakat biasa, jika ada alat berat paling hanya akan memakan waktu dua hari untuk pelurusan aliran Kali Semaka agar tidak terus menerus menggerus lahan yang ada,” jelasnya.

Dirinya berharap agar kondisi tersebut bisa secepatnya ditindaklanjuti, karena jika berlarut-­larut di khawatirkan bisa menghabiskan lahan sandaran hidup warga yang terkena dampak, mengingat sudah banyak lahan yang sama sekali sudah tidak bisa di gunakan lagi, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa sampai permukiman warga, Sampai Handri penuh harapan. (net/Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *