Rumah Makan D’Bakule Pringsewu Diduga Sajikan Makanan Daging “Berulat”?

Spread the love

Sharing is caring!

Pringsewu (SL) – Rumah makan D’Bakule Pringsewu diduga sajikan makanan yang “berulat” belatung. Pembeli yang sempat memakan sajian itu langsung mual-mual, dan komplain. Daging sapi sisa makanan sempat diperiksa rumah sakit dan dinyatakan daging kadaluarsa. Pemilik restoran membantah, dan menyebut itu hanya adalah telur lalat, dan sudah meminta maaf, dan bertanggungjawab pada pelanggan.

Peristiwa itu terungkap, saat Bobi dan Ican, yang memang menjadi pelanggan rumah makan D’Bakule yang berada di Jalan KH Kholib, sekitar 50 meter dari kampus STKIP Pringsewu, Selasa 25/9/18, sekitar pukul 21.00 WIB mereka memesan makanan  dengan lauk daging, di restoran yang memang terkenal ramai dan murah di Kabupaten Pringsewu itu.

Makanan gulai daging sapi yang dipesan pelanggan durestoran.

Namun, saat sedang dikonsumsi, ternyata mereka menemukan daging yang disajikan sudah ada belatungnya. Bobi dan Ican, terkejut melihat daging yang di sajikan ada belatungnya. Mereka lalu muntah muntah, dan melakukan komplain. “Kami memang pesan makanan lauk daging. Saat lagi enak makan, baru sadar kalau daging yang disantap sudah berbelatung. Ya langsung berhenti makan, dan mual-mual,” kata Bobi.

Ican kemudian dibawa ke rumah sakit oleh pihak restoran, untuk pengobatan. Dan membawa sampel makanan daging sapi berulat belatung itu. Berdasarkan keterangan petugas rumah sakit di Pringsewu, menyatakan bahwa daging tersebut sudah lama tersimpan atau sudah kadarluarsa.

“Ya kita sudah periksa pasien, yang berobat, dan memeriksa sampel daging. Ya memang penyajian makanan yang sudah kadarluarsa, apalagi sudah berbelatung itu membahayakan. Dan pihak rumah makan bisa dijerat pidana, berdasarkan undang undang perlindungan konsumen,” kata dokter salah satu rumah sakit, yang tidak mau disebut identitasnya.

Resep obat dari rumah sakit

Media Destriana, pemilik rumah makan D’ Bakule, kepada wartawan membenarkan bahwa, ada pelanggan atas nama Bobi dan Ican, yang memesan makanan, kemudian melakukan komplain, terkait sajian makanan di rumah makan D’Bakule miliknya. “Awalnya sekitar pukul 21.00 WIB Bobi dan Ican makan, selesai makan mereka melakukan komplain, terkait penyajian makanan yang terdapat belatung,” kata Destriana, dihadapan media, Kamis, (27/9/18) sore.

Destriana pun membantah bahwa itu, bukan belatung melainkan telor lalat, “Memang sih itu kekhilapan atau kelalaian kami, tapi kami sudah memohon maaf. Memang betul Ican nya merasa mual dan muntah, itu semua hanya sugesti. Bahkan kami langsung memberikan pertolongan pertama terhadap Ican. Saudari Ican kita bawa ke Rumah Sakit Wismarini, untuk pertolongan pertama dan kroscek,” kata Destriana.

Destriana menjelaskan hingga kini pihaknya masih aktif melakukan komunikasi, sebagai tanggungjawab atas peristiwa itu. “Kami juga tetap aktif komunikasi dengan korban serta bertanggung jawab hingga kesembuhan. Bahkan sudah ngambil langkah untuk penyelesaian secara kekeluargaan,” kata Media Destriana. (tim/red)

3 Comments

  1. Sekali saya makan disitu.. Saya pernah mesen 3ayam kampung.. yg 2 sudah bau bacin alias udh kaya busuk.. saya minta ganti sampe selesai makan ga dtg juga pesanannya.. ga lagi2 balik kesana..

  2. setiap malam minggu saya dan tmn” saya selallu menyempat kan diri mampir dan mencicipi sajian d bakule…. saya senang sekali.sekali saya pernah kecewa karna lama pesanan nya… tapi saya bisa maklum karna d bakule selallu ramai…. mksh d bakule

  3. Saya pelanggan d’bakule sering makan malam bersama keluarga sering juga makan siang bersama teman2 kantor, Alhamdulillah semua baik2 aja makanya balik lagi dan balik lagi makan disana, mungkin itu hanya sebuah kelalaian moga jadi lebih baik untuk yang akan datang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *