Rp160 Miliar Anggaran KONI Era M Ridho Ficardo Diduga Menguap, Alzier Desak Penegak Hukum Turun? - Sinarlampung.com

Rp160 Miliar Anggaran KONI Era M Ridho Ficardo Diduga Menguap, Alzier Desak Penegak Hukum Turun?

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Wakil Ketua II Bidang Organisasi KONI Lampung, Alzier Dianis Thabrani mencium aroma korupsi dana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung senilai Rp160 miliar ketika Koni dipimpin Gubernur lalu, M. Ridho Ficardo. Alzier yang mengisi jabatan menggantikan Edy Sutrisno melihat adanya kejanggalan pertanggungjawaban  dana KONI Lampung.

Baca: Dugaan Korupsi Anggaran Koni Lampung Rp55 Miliar Yang Diduga Melibatkan Gubernur di Laporkan ke KPK

Hal itu juga sempat dilontarkan Alzier, saat intrupsi mempertanyakan hal itu saat penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Lampung belum lama ini. “Dana sebesar itu tidak diaudit oleh akuntan publik sesuai aturan KONI, Dalam anggaran dasar rumah tangga Pasal 42, pertanggungjawaban keuangan KONI harus diaudit akuntan publik. Nyatanya ini tidak,” kata Alzier, dilangisr RMOLLampung, Rabu (14/8).

Baca: Ada Keterlibatan Gubernur, Bukti Dugaan Korupsi Anggaran KONI Lampung Rp55 Miliar Diserahkan Ke KPK

Baca: Dugaan Korupsi Rp55 Miliar, Pemerhati Olahraga Desak Kejati Lampung Periksa Pejabat KONI

Dia interupsi dan mengingatkan pimpinan sidang, namun akhirnya laporan keuangan itu diterima dengan catatan agar musorprov berjalan lancar dengan agenda utama menjadikan Yusuf Barusman ketua KONI Lampung sesuai arahan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Dalam pidato sambutan, Yusuf juga mengakui diminta gubernur untuk jadi ketua KONI Lampung.

Alzier mencium adanya ketidakberesan dengan tujuan agar peserta Musorprov  diam dan tidak kritis agar Musorprov berjalan mulus tanpa ada yang menyoalkan terkait anggaran. Alzier berharap kejaksaan dan KPK turun tangan menangani kasus ini secara betul-betul serius dan menjadi pelajaran pengurus KONI periode Yusuf agar tidak terulang kembali.

Dalam laporan pertanggungjawaban KONI Lampung yang dibacakan sekretaris Margiono Tarmudji jelas disebutkan rincian penggunaan anggaran. Hanya saja tidak disertakan pernah diaudit akuntan publik. Korupsi dana olahraga bertentangan dengan semangat memajukan olahraga di Lampung. “Saya minta penanggung jawab dan pengguna anggaran KONI Lampung era Ridho Ficardo, jangan saling buang badan,” pungkasnya. (Rml/red)

Tinggalkan Balasan