Residivis, Spesialis Jambret dan Curanmor Ditangkap Polsek Wonosobo - Sinarlampung.com

Residivis, Spesialis Jambret dan Curanmor Ditangkap Polsek Wonosobo

Spread the love

Tanggamus (SL)-Residivis kasus pencurian motor, Ahmad Sobari (25), warga Pekon Sri Melati Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, kini harus berurusan dengan Polisi karena terlibat kasus penjambretan. Dia kembali ditangkap aparat kepolisian Polsek Wonosobo Polres Tanggamus, Selasa (14/5).

Walaupun penangkapan tanpa perlawanan namun proses penyelidikan yang dilakukan petugas cukup melelahkan, pasalnya tersangka tergolong licin saat hendak ditangkap. Setelah tertangkap Ahmad Sobari ternyata juga pelaku dienam 6 kali peritiwa penjambretan dan pencurian. Pria pengangguran, bertato disekujur tubuh itu meringkuk ditahanan Polsek Wonosobo, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Kapolsek Wonosobo Iptu Amin Rusbahadi, mengatakan tersangka merupakan resedivis Curanmor 2016, berhasil ditangkap setelah petugas menyelidiki laporan pelajar SMP bernama Jaya (14) Warga Dusun Siring Betik Pekon Balak Kecamatan Wonosobo, Tanggamus tanggal 22 April 2019 lalu.

Berdasarkan penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, tersangka dapat terindentifikasi dikuatkan barang bukti handphone Samsung Galaxy milik korban yang berhasil diamankan dari tangannya. “Tersangka berhasil kami tangkap saat berada dirumahnya pada Senin (13/5/19) sekitar pukul 21.00 Wib,” kata Iptu Amin Rusbahadi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, dalam keterangannya, Selasa (14/5/19) pagi.

Iptu Amin Rusbahadi menjelaskan, dalam melancarkan kejahatannya yang terhadap korban Jaya, tersangka dengan cara mengambil secara paksa handphone korban dengan menodongkan senjata tajam kearah tubuh korban. “Akibatnya, selain kehilangan handphone korban yang bertubuh kecil tersebut juga mengalami trauma yang mendalam bahkan sempat tidak mau lagi sekolah akibat ketakutan,” jelasnya.

Menurut Kapolsek, berdasarkan pengembangan dan pengakuan tersangka diketahui 6 kejahatan lain baik itu jambret maupun pencurian dengan pemberatan (Curat). “Hasil pengembangan total 7 kasus terungkap dan diakui oleh tersangka dengan barang bukti yang diamankan 2 handphone dan 1 sepeda motor,” ujarnya.

Ditambahkan Kapolsek, atas kejahatannya itu tersangka dijerat pasal 365 KUHPidana. “Ancaman maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara, dalam penuturannya, tersangka mengakui semua perbuatan, namun hasil kejahatan tersebut hanya dipergunakan untuk membeli Narkoba dan rokok. “Ya semuanya dari jambret sama ngambil motor juga. Uangnya saya pakai untuk beli sabu dan rokok,” kata bujangan bertubuh kecil tersebut.

Namun setelah kedua kali tertangkap, pemuda bertato dilengan kanan dan kakinya itu mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya. “Mau insaf pak, saya menyesal,” ucapnya sambil menunduk.

Dari catatan Polsek Wonosobo, aksi 6 kejahatan lain yang juga diakui oleh tersangka di wilayah hukum Polsek Wonosobo yakni terhadap korban Ahmad Yani sesuai laporan polisi tanggal 7 April 2019 di Pekon Sri Melati Kec. Wonosobo Kab. Tanggamus, Kerugian 1 Unit Hp Lenovo Warna Hitam dan BB berhasil diamankan.

Kemudian, terhadap korban Angger Yoga Saputra sesuai kejadian tanggal 4 Mei 2019 di Pekon Banjar Negara Kecamatan Wonosobo, kerugian berupa 1 unit Oppo A37F, barang korban masih dalam penyelidikan. Selanjutnya, korban Waluyo kejadian bulan 2 Mei 2019 pukul 02.00 Wib di Pekon Banjar Negoro, Wonosobo kerugian 1 Sepeda Motor Suzuki Smash, barang bukti berhasil diamankan.

Lalu, terhadap korban Suhairi, kejadian 4 Mei 2019 di Pekon Banjarsari, Wonosobo kerugian 2 Unit Hp yakni Hp Samsung dan Xiomi, barang bukti masih dalam pencarian. Selanjutnya, korban Purnama kejadian sekitar bulan Mei 2019 di Pekon Sri Melati, Wonosobo, kerugian berupa 1 unit Hp Xiaomi Note 5 Warna Hitam, barang bukti dalam proses pencarian. (hardi/wis)

Tinggalkan Balasan