Puluhan Wartawan Lampung Ikuti Workshop Investigasi Bersama Tempo - Sinarlampung.com

Puluhan Wartawan Lampung Ikuti Workshop Investigasi Bersama Tempo

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Investigasi jurnalistik menjadi penting bagi jurnalistik untuk mengungkap penyimpangan, atau hal hal janggal, termasuk dugaan korupsi,  dan kebijakan pemerintah serta perusahaan kepada publik. Sementara kebanyakan wartawan kekinian melupakan hal hal penting dalam sebuah berita atau peristiwa di sekitarnya.

“Jurnalisme investigasi adalah sebentuk peliputan berita di mana para wartawan menelisik secara mendalam informasi atau peristiwa yang mungkin membongkar korupsi, menelaah kebijakan-kebijakan pemerintah atau perusahaan-perusahaan swasta, atau menyingkap tren ekonomi, politik dan budaya,” kata Yosep Supriyadi jurnalis senior tempo, didampingi Sopril Amir tempo institute, dalam kegiatan Investigasi bersama Tempo,  Sabtu-Minggu, 20-21 April 2019.

Kegiatan workshop dan coaching clinik,  Kolaburasi Investigasi, di gagas AJI Bandar Lampung bersama Tempo,  pres Mahasiswa Unila,  ICW,  dan LBH Pers, di Kampud Fisip Unila.

Yosef didampingi Sopril,  mengatakan seorang wartawan investigasi, atau tim investigasi, dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun hanya untuk menyelidiki satu topik. “Praktik ini bertujuan mengungkap persoalan publik yang sengaja atau pun tidak sengaja ditutup-tutupi,” ujarnya di hadapan 40-an Wartawan dari 40 Media di Lampunh.

Sebagai Jurnalisme investigasi, kata Yosef,  wartawan dituntut untuk menggali sedalam mungkin isu atau topik yang berkaitan dengan kepentingan publik. ‘Kepentingan publik’ mengacu kepada kualitas di mana sebuah komunitas dirugikan karena tidak mengetahui informasi tersebut, atau diuntungkan (baik secara material ataumelalui pembuatan kebijakan yang mereka setujui)dengan mengetahuinya.

Kadang-kadang, katanya, informasi yang menguntungkan satu komunitas dapat merugikan komunitas yang lain. Sebagai contoh, suku penguasa hutan adat akan meminta harga lebih tinggi jika mereka tahu nilai pasar untuk pohon yang diinginkan perusahaan pembalak.

“Tentu saja perusahaan tak ingin informasi ini terungkap. Sebuah berita tidak perlu berdampak luas, hingga ke seluruh pelosok negeri, untuk digolongkan sebagai infomasi yang melayani ‘kepentingan publik’. Lagipula kepentingan publik seringkali berbeda dari kepentingan nasional,” ujarnya.

Para wartawan jug berdiskusi soal tata cara dan metode investigasi,  hingga krangka investigasi. “Liputan investigasi tidak instan. Ada banyak tahapan untuk sampai kepada sebuah laporan investigasi, mulai dari perencanaan, pencarian bukti, hingga pelaporan yang patuh pada standar akurasi dan kecukupan bukti,” lanjutnya.

Sebuah berita investigasi merupakan hasil kerja proaktif seorang jurnalis — atau tim jurnalis kalau media memiliki sumber daya yang cukup. Setelah mendapatkan petunjuk atau informasi awal mengenai masalah yang patut diinvestigasi, wartawan kemudian merumuskan hipotesis, menyusun pertanyaan yang relevan, membuat rencana liputan, dan turun ke lapangan.

Tim investigasi harus mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan, melakukan obsevasi atau liputan lapangan, dan menganalisis sendiri temuannya. “Begitulah mereka mesti bekerja, lebih dari sekadar memverifikasi petunjuk awal. Laporan investigasi pada akhirnya mesti memaparkan temuan baru, atau menganalisis informasi yang sebelumnya tersedia untuk mengungkapkan hal-hal penting yang sebelumnya tersembunyi,” jelas Yosef.

Sofril menambahkan adakalanya seorang narasumber bisa memberikan semua informasi yang dibutuhkan serta akses kepada pengetahuan dan data yang tersembunyi. Tapi berita yang hanya berdasarkan pada informasi dari narasumber tak tergolong berita investigasi. Dalam standar jurnalisme investigasi mengharuskan cerita dari narasumber tersebut diperiksa silang dengan sumber-sumber lain hasil observasi, dokumen dan narasumberlain yang relevan dan dieksplorasi untuk menemukan poin-poin pentingnya.

“Jurnalisme investigasi membutuhkan sumber daya yang lebih besar dan waktu yang lebih banyak dibandingkan liputan untuk berita rutin. Investigasi juga memerlukan kerja tim. Sebagian besar berita investigasi merupakan hasil kerja tim,” katanya. (jun)

Tinggalkan Balasan