Puluhan Karyawan PT Multi Panel Industri Keracunan Usai Santap Siang Sajian Perusahaan – Sinarlampung.com

Puluhan Karyawan PT Multi Panel Industri Keracunan Usai Santap Siang Sajian Perusahaan

Spread the love

Lampung Tengah (SL)-Sejumlah pekerja PT. Multi Panel Industri, pabrik pengolahan triplek di Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, diduga keracunan makanan yang disediakan pihak perusahaan, pada Selasa (03/09/2019), kemarin. Mereka harus dilarikan ke rumah sakit, karena mual, pusing, lemas, dan muntah usai menyantap makan siang yang disiapkan perusahaan.

Beberapa pekerja yang sempat ditemui media menuturkan, mereka merasakan mual dan sesak napas setelah makan siang. Menurut Hermanto (24) dirinya bersama rekan kerjanya yang lain, seperti biasa istirahat dan makan siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Setelah mengkonsumsi makanan yang disediakan pihak perusahaan, ia dan sejumlah rekannya merasakan kejanggalan. ”Setelah mengkonsumsi makanan tersebut, kami merasa mual dan sesak nafas, penglihatan pudar, badan lemas serta wajah terasa tebal,” ujar Hermanto.

Hal sama dialami Bagus Sadewo (19), tenaga mekanik AC di perusahaan itu. Dari pengakuan Sadewo, usai menyantap makan siang pada jam istirahat, dia merasakan demam pada tubuhnya, sesak nafas serta kepala pusing. ”Baru kali ini saya makan ikan tongkol berujung masuk rumah sakit,” ucapnya.

Sementara, dari keterangan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau Raya (RSUD DSR), sedikitnya ada 26 pekerja asal PT. Multi Panel Industri, yang menjalani perawatan di RSUD DSR. ”Rata-rata pasien yang berasal dari perusahaan itu mengalami kepala pusing, sesak nafas, perut mual dan badan lemas, serta wajah terasa tebal. Dari 26 pekerja yang ditangani oleh tim medis RSUD DSR, hanya 4 orang yang menjalani rawat inap, karena fisiknya masih lemas,” kata dr. Sena Moca Jonatan.

Terpisah, pihak PT. Multi Panel Industri, melalui perwakilan perusahaan, saat dikonfirmasi media membenarkan sejumlah pekerjanya mengalami keracunan setelah makan siang. ”Makanan yang dikonsumsi para pekerja berasal dari pihak ketiga. Tadi siang usai kejadian ini, kami dari pihak perusahaan sudah memanggil pemilik katering, dan sudah membahas persoalan ini bersama pimpinan perusahaan. Dan kami berharap hal seperti ini kembali terulang,” ungkap Zainal. (red/net)

Tinggalkan Balasan