Proyek Peningkatan Kantor BPN Tuba Lahan Bagi Bagi? - Sinarlampung.com

Proyek Peningkatan Kantor BPN Tuba Lahan Bagi Bagi?

Spread the love

Tulang Bawang (SL)-Proyek pembangunan Peningkatan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tulang Bawang diduga dikerjalan asal jadi.  Indikasi kuat jadi lahan “bagi-bagi” oknum pejabat BPN dan rekanan.

Pengerjaan asal jadi

Pengamatan sinarlampung.com, proyek pembangunan peningkatan, perawatan dan perluasan di kantor ATR/ BPN Tulang bawang itu tidak transparan.  Tidak terdapat papan nama kegiatan, yang menjelaskan pelaksana hingga anggaran. Sabtu (13/01). “Tidak tahu mas,  kami hanya kerja,” kata salah seorang tukang di lokasi kantor tersebut.

Padahal sebagai nawacita Pemerintahan Republik Indonesia, pihak badan publik atau penyelenggara negara,  termasuk pelaksaan proyek,  diwajibkan untuk mencantumkan nilai kontrak seluruh peroyek pembangunan yang menggunakan uang negara sesuai aturan pelaksaan kegiatan,  dan proses transparansi dalam Undang -Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Infornasi Publik (KIP).

“Dalam peraturan presiden
Nomor 54 Tahun 2010 dan diubah Perpres Nomor 70 Tahun 2012 Tentang Pengadaan barang dan jasa. Tertuang aturan yang mengatur setiap pekerjaan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek yang memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, dan nilai kontrak serta jangka waktu dan lama perkerjaan,” kata warga Tulangbawang.

Hairul salah satu pelaksana di bagian interior untuk tempat loket informasi pelayanan dan ruang tunggu tamu kantor tersebut menjelaskan bahwa mereka tidak ada kontrak kerja. “Kami hanya mempunyai kesepakatan tentang harga dengan salah satu pejabat ASN kantor ini,” ujar Hairul.

Yang mana, katanya pihak BPN terima jadi bahan semua bahan. “Material dari kami semua, yang mana untuk keseluruhan dari kerjaan nilainya hanya Rp30 juta di bagian interior saja, dan kami tidak memakai kontrak kerja apa lagi perusahaan Baik itu PT apa CV,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut Hairul  menjelaskan bahwa berbeda pelaksana dengan yang memasang keramik atau yang membuat bangunan di belakang kalau tidak salah mereka dari tukang lokal, “Kalau kami dari kabupaten Lampung timur, yang mana Usaha kami juga memang domisili disana,” Ungkapnya. (Mardi)

Tinggalkan Balasan