Proyek Drainasi Milik PU Provinsi di Kota Menggala "Siluman"? - Sinarlampung.com

Proyek Drainasi Milik PU Provinsi di Kota Menggala “Siluman”?

Spread the love

Tulang Bawang (SL)-Tokoh pemuda menggala, Heri Yanto WR meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Lampung, untuk memerintahkan perusahaan pemenang tender proyek pembuatan drainase yang berada di Kota Menggala untuk memasang plang papan nama pada seluruh proyek pembangunan infrastruktur baik jalan maupun drainase.

Berdasarkan temuan di lokasi pekerjaan pembangunan infrastruktur yang ada tanpa disertai plang nama pekerjaan yang bersumber dari APBN maupun APBD. “Kewajiban memasang plang papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012,” katanya pada sinarlampung.com, Sabtu 05/10/2019.

Selain itu ada Permen PU No.12 Tahun 2014 tentang pembangunan drainase kota. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek. Lebih jauh, Papan nama tersebut, di antaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek. “Dengan adanya plang papan nama proyek itu, masyarakat dapat mengawasi secara langsung pengerjaan proyek yang ada di daerah mereka,”sebutnya.

Tokoh pemuda yang di ketahui selalu aktif dan siap mengkritik kebijakan pemerintah daerah yang di nilai menyimpang menegaskan, setiap proyek yang mempergunakan keuangan negara dalam mengerjakan sebuah pembangunan harus transparan, perusahaan atau rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, harus mematuhi kaidah-kaidah yang sudah ditentukan oleh pemerintah seperti memasang papan merek agar masyarakat juga mengetahuinya. “Kalau tidak ada papan merek atau plang nama maka bisa di sinyalir melakukan tindakan melawan,” sebutnya.

Ditambahkannya, hendaknya plang nama sudah harus dipasang dilokasi sejak awal dimulainya kegiatan. Dan keberadaannya tidak berdiri sendiri atau lepas dari nilai proyek tersebut. Melainkan, sebuah plang pun anggarannya sudah dimasukkan kedalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan juga telah menjadi kewajiban bagi setiap kontraktor pemenang tender. “Untuk itu, kami minta agar pihak Dinas PU provinsi Lampung maupun dinas PU kabupaten tulang bawang bisa menegur pihak rekanan terkait hal tersebut,” pungkasnya. (Mardi)

Tinggalkan Balasan