Proyek DAK Jamban Baru dan Rehab Untuk Sekolah di Tulang Bawang Barat Diduga Bermasalah? – Sinarlampung.com

Proyek DAK Jamban Baru dan Rehab Untuk Sekolah di Tulang Bawang Barat Diduga Bermasalah?

Spread the love

Tulang Bawang Barat (SL)-Proyek pembangunan Jamban Baru Tingkat Sekolah Dasar (SDN) Dan Sekolah Menengah Pertama (SMPN) bersumber dari Bantuan Dana Alokasi Khusus (Dak) melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), diduga menjadi ajang korupsi. Selain dikerjakn asal jadi, kondisi pekerjaan itu saat ini sudah rusak, dan tak berfungsi.

Temuan lain, pembangunan jamban itu tidak disertai sarana dasar Sanitasi dan kelengkapan pembangunan di beberapa sekolah itu, jamban yang belum memiliki sumber air, Spal, serta minimnya kondisi kelengkapan sarana dari westapel, uriner, kaca dan bak penampungan air serta tempat pembuangan sampah. Praktis jamban tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan ditemukan beberapa pembangunan Fisik Jamban Sekolah Tingkat SD, SMP, mulai mengalam kerusakan.

Kejadian serupa juga terjadi pada kegiatan lainya, pada anggaran rehab Jamban, pembangunan RKB, pembangunan gedung perpustakaan, serta pengadaan koleksi buku perpustakaan, Tingkat SD, SMP kabupaten Tubaba, serta diduga kegiatan tersebut terealisasi dan luput dari kepengawasan.

Di SMPN 5 Candra Kencana ditemukan pekerhaan rehap Jamban dengan kondisi kelengkapan pembangunan yang kurang maksimal seperti tempat pembuangan sampah dan tidak ditemukanya Drainase sumur serap. dan beberapa sekolah dasar kecamatan Tulangbawang Tengah di temukan pembangunan jamban yang bersumber dari dana dak tahun 2018, dengan kondisi fisik tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Menurut salah seorang kepala sekolah dasar(SD) Kabupaten Tulangbawang Barat, kegiatan tersebut telah rampung. di kerjakan sesuai petunjuk dan arahan dari dinas terkait. Namun pihak sekolah tidak mengetahui PT atau CV Pengawas Pendamping kegiatan. “Untuk kegiatan kita kerjakan sesuai petunjuk dari dinas, masalah CV ataupun PT pengawas kita kurang paham, yang jelas ada konsultan yang di tunjuk langsung dari dinas,” kata salah seorang Kepala sekolah, di ruang kerjanya. (mp/red)

Tinggalkan Balasan