Proses Bercerai Dengan Suami Kedua, Oknum Bidan Kecamatan Batanghari Diduga CLBK Dengan Mantan Pertama - Sinarlampung.com

Proses Bercerai Dengan Suami Kedua, Oknum Bidan Kecamatan Batanghari Diduga CLBK Dengan Mantan Pertama

Spread the love

Lampung Timur (SL)-Oknum Bidan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, SS, diduga terlibat selingkuh dengan pria lain berinisial YG yang merupakan mantan suaminya terdahulu, Senin (12/08/19).

Ulah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) itu kini menjadi gunjingan warga sekitar, bahkan aksi mesum keduanya pernah dipergoki warga di kediaman sang Bidan. Dari sumber yang enggan disebutkan, menyampaikan perselingkuhan tersebut, sering terlihat di rumahnya.

Suami sah SS, HR sudah lama meninggalkan rumah, bahkan informasi dari kerabat sedang proses penceraian di pengadilan. “Suaminya ada, akan tetapi hubungan nya kurang harmonis, sehingga SS dan HR masih dalam proses perceraian,” urainya.

Lebih jauh, dia menceritakan YG itu suami pertama SS, yang pernah cerai, namun masih menyimpan rasa. “Orang itu (YG, red) merupakan Mantan suami pertama SS, dahulu sering datang kerumah SS, saat ini jarang, mungkin karena sering di menjadi gunjingan warga sekitar,” tambahnya.

Kecurigaan sempat terasa oleh keduanya, akhirnya sudah sangat jarang YG sang mantan suami datang di kediaman SS, “Malah pernah saya ikuti mas si SS nemuin YG diluar desa ini, bahkan dikarang saya pernah lihat YG bersama SS, bahkan malam lebaran tadi saya lihat SS bertemu dengan YG,” katanya.

Perselingkuhan SS dan YG tidak diketahui HR, kalau ketauan pasti terjadi cekcok mulut dengan YG. “Sayangnya HR, suami keduanya tidak tau, coba kalau tau, ini bisa ribut besar, dan saya menduga, SS menggugat cerai sama HR,” pungkas nya.

Selingkuh Itu Biasa

Ketika dicoba untuk menanyakan atas adanya dugaan informasi tersebut, Bidan SS, langsung mengelak dan mengutarakan “Itu urusan pribadi saya Pak, hal seperti itu biasa Pak bukan saya sendiri,” ujarnya dengan nada tinggi.

Bahkan oknum ASN Kesehatan menceritakan bahwa temen-temen dikantor pun banyak yang begitu. “Jadi saya berat untuk diekspos,” kata SS, yang mengaku memiliki kerabat di Kejaksaan Tinggi Lampung. “Udah-udahlah, saya ini punya keluarga sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi, nanti saja biar saudara yang menjelaskan, saya tidak mau difoto,” kilahnya. (Wahyudi).

Tinggalkan Balasan