Polres Way Kanan Ekspose Operasi Waspada Krakatau 2018

Spread the love

Sharing is caring!

Way Kanan (SL) -Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro S,ik memimpin hasil kegiatan Operasi Waspada Krakatau 2018 yang telah dilaksanakan dari tanggal 15- 28/12/2018 dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang natal 2018 dan tahun 2018 di wilayah hukum Polres Way Kanan, Selasa (4/12).

“Operasi Waspada Krarakau adalah dalam rangka terciptanya rasa aman dan nyaman yang dapat dirasakan oleh masyarakat.¬†Pelaksanaan operasi waspada krakatau 2018 bertujuan mengetahui secara dini, kemungkinan adanya kejahatan teror bom, penyalahgunaan senpi dan handak yang meresahkan masyarakat, serta jaringan teroris yang ada di wilayah Kabupaten Way Kanan,” kata Andy Siwantoro.

Hadir mendampingi Kapolres, didampingi Waka Polres Way Kanan Kompol Vizky Dzulkarnain, Kabag Ops Kompol Yudi Pristiwanto, Kasat Reskrim AKP Yuda Wiranegara, Kasat Intel Iptu Dyvia Ardianto, Kasatnarkoba Iptu Andre Try Putra, di halaman Polres Way Kanan.

Dari hasil operasi, hasil anev operasi waspada krakatau 2018 selama empat belas hari berhasil mengungkap 5 to tempat, 1 non to tempat, 5 non to barang berupa senpi dengan 6 butir amunisi, 2 non to tempat. “Sementara dalam tindakan preventif oleh anggota polres Way Kanan dan jajaran berhasil mendapatkan lima pucuk senpi rakitan terdiri dari dua jenis laras panjang dan tiga jenis revolver berikut 6 butir amunisi aktif,” katanya.

Senjata api diserahkan, secara sukarela dari masyarakat Kampung Kota Dewa Kecamatan Buay Bahuga, Kampung Bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu, Kampung Tiuh Balak Kecamatan Baradatu, Kampung Bumi Jaya dan bukaan guswan HTI Kawasan Register 44 Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan dan pengakuan warga memiliki senpi rakitan untuk menjaga diri.

Kapolres Way Kanan juga menghimbau kepada masyarakat yang memiliki senjata api dan amunisi aktif, lebih baik diserahkan kepada pihak kepolisian atau babinkamtibmas yang berada di kampung setempat. Dengan demikian ini tidak akan kami proses hukum. Pelaku akan dijerat menggunakan pasal 1 ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Tentang senjata api, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Selanjutnya mengenai tindak pidana yang terjadi Team Satgas Anti C3 ( curat, curas dan curanmor ) serta narkoba selama satu bulan terakhir dari bulan november 2018 berhasil mengungkap 25 kasus yang terjadi dari curat 2 kasus, curas 3 kasus, curanmor 8 kasus dan narkoba sebanyak 6 kasus .

Jumlah tersangka yang berhasil diamankan selama bulan november 2018 sebanyak 14 orang tsk dengan rincian curat 2 orang, curas 2 orang, curanmor 10 orang dan narkoba sebanyak 9 orang dengan kategori 8 tsk pengedar dan 1 tsk penyalahgunaan.

Sejumlah barang bukti (BB), berhasil disita berupa sembilan unit kendaraan sepeda motor berbagai merek, 1 unit kendaraan truck, satu unit handphone, satu buah kunci leter t dan narkotika yang diduga jenis sabu seberat 3,89 gram dan 1 (satu) tablet warna orange diduga narkotika gol i bukan tanaman jenis ekstasi. (Hambali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *