Polres Pesawaran Evakuasi 30 Mahasiswa Undip dari Pulau Legundi

Spread the love

Sharing is caring!

Pesawaran (SL) – Jajaran Polres Pesawaran telah mengevakuasi 30 Mahasiswa Universitas Dipenogero (Undip) Jawa Tengah yang terkena dampak tsunami di Desa Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pidada, Minggu (23/12)
Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan bahwa proses evakuasi puluhan mahasiswa Undip berjalan dengan lancar dan aman. “Alhamdulillah, evakuasi yang kita lakukan kepada tiga puluh mahasiswa Undip dapat berjalan dengan lancar dan aman. Mereka seluruhnya ditempatkan di komplek perguruan Dinniyah Putri di Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan untuk istrirahat. Karena memang mereka sebelumnya disitu, ” kata dia.
Dijelaskan, proses evakuasi dilakukan menggunakan Kapal Pol Airud Mabes Polri  (KP Perkutut) dengan rincian Nama-nama korban yang selamat :
1). Pedri caca alamat : Medan
2). Reinicha alamat : Wonosobo
3). Defi Puspita alamat : Nganjuk
4). Ahmad annas alamat : Jakarta
5). Andy Setia alamat : Bogor
6). Gandang alamat : Jakarta
7). Wanda Laras alamat : Tangerang selatan.
8). Wahyu alamat : Bogor
9). Indah alamat : Tangerang selatan
10). Sababa alamat : Palembang
11). Vinny alamat : Sukabumi
12). Abad alamat : Bekasi
13). Cika alamat : Magelang
14). Dinda alamat : Jawa Tengah
15). Hendri alamat : Bogor
16). Jan ericson alamat : Bogor
17). M.  Rafian alamat : Bekasi
18). Faisal Falah alamat : Tangerang selatan
19). Vinsen Robin alamat : Jakarta
20). Abdur Rais alamat : Jakarta
21). Bu Ita Ritniasih (dosen) alamat : Semarang
22). Yuwalita alamat : Tangerang selatan
23). Humam alamat : Semarang
24). Ade alamat : Medan
25). Rama alamat : Jakarta
26). Sony alamat : Tangerang Selatan
27). Irfan Lazuardi Als. Dodi alamat : Lampung  (Anak dari Ibu Nurma syukur selaku salah satu Pemilik Perguruan Diniah Putri)
28). Radisya alamat : Bekasi
29). Rafdi alamat : Bandung
30). Oji : Perguruan Diniah Putri Lampung (sepupu dari Sdr. Dodi).
“Rombongan Ekspedisi Uksa dan Sea Crest yang didampingi Bu Ita Riniatsih (Dosen Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang Jawa Tengah) sebelumnya menginap di Mess Diniah Putri pada Hari Rabu tanggal 19 Desember 2018 yang berjumlah 29 Orang termasuk dengan Dodi yang merupakan kawan dari Dodi anak pemilik Dinniyah Putri, ” papar dia.
Diterangkan, Tim Ekspedisi Uksa dan Sea Crest berangkat dari Perguruan Diniah Putri pada Kamis (20/12/2018) sore dengan tujuan Pulau Legundi untuk melakukan kegiatan Diving. “Situasi saat ini di Desa Pulau Legundi dalam keadaan aman kemudian air laut sudah surut normal. Kerugian sementara meninggal dunia 1 (satu) orang atas nama Munirudin (55) warga  Desa Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pedada. Namun belum dipastikan apakah meninggal karena terkena dampak atau tidak,” terang dia.
Lalu, lanjutnya, Luka sedang 1 (satu) orang terkena pecahan kaca pada kaki, luka ringan lecet-lecet sebanyak 29 orang. “Kerugian material belum dapat dipastikan, yang jelas delapan unit rumah habis tinggal pondasi, empat puluh rumah rusak berat, delapan puluh dua rumah rusak ringan, empat kapal bagan ikan dan sembilan kapal penumpak rusak berat, satu masjid rusak ringan dan  satu PLTS 25 Kwp Mati total, ” tambahnya.
Ditegaskan, evakuasi juga dilakukan kepada warga setempat  ke posko SMP 1 atap dan di Bukit Dusun Selesung sebanyak 182 KK dan  20 (dua Puluh) orang dari PT. Wijaya Karya yang merupakan rekanan PLN yang sedang  melaksanakan pembangunan. “Semua sudah dalam kondisi aman, untuk dua puluh orang dari PT WK dievakuasi menggunakan kapal coast guard milik KSOP pelabuhan Panjang. Kesempatan ini, kami juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan jangan percaya kabar atau informasi yang tidak jelas sumbernya atau hoax, ” tegas dia. (PLN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *