Politik Gunting Pita

Spread the love

Sharing is caring!

Oleh: Ilwadi Perkasa

BERKALI-kali-kali peresmian jalan tol di sini, berkali-kali pula ditutup kembali, dan semakin jelas bahwa, peresmian yang bertubi-tubi sangat patut diduga demi citra diri pada tahun eleksi. Eleksi jadi mirip ereksi pada kelamin yang membesar akibat dorongan nafsu birahi.

Seperti sudah kita ketahui, jalan tol di sini sedikitnya sudah tiga kali diresmikan Jokowi. Dan akan kembali diresmikan lagi Februari nanti. Kali ini untuk rual tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Kita berharap, ruas tol yang akan diresmikan itu, secara permanen bisa dilalui, dan tidak sampai ditutup kembali.

Diakui, pembangunan infrastuktur, apa pun bentuknya, seharusnya memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi. Kita berharap ketersediaan jalan tol di Bumi Lampung akan memberi kesejahteraan pada seluruh masyarakat Lampung, meski harus diakui pula masih banyak jalan-jalan yang menghubungkan ke sentra-sentra produksi masih dalam kondisi memprihatinkan.

Peresmian adalah salah satu perwujudan keberhasilan. Peresmian atau keberhasilan seharusnya menjadi kemenangan semua warga terhadap ketertinggalan. Peresmian, haram dilakukan untuk politik pragmatis; berburu point politik untuk menaikan elektabilitas.

Kita bisa memahami kritik tajam Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said. Di mana menurut dia, model pembangunan ekonomi rezim Jokowi dilakukan tanpa perencanaan yang matang dan terkesan dilakukan demi kepentingan pemilu.

Dengan sangat tajam ia katakan bahwa; terlalu kelihatan, dan seolah-olah agenda pembangunan ekonomi itu dikaitkan dengan agenda pemilu. Supaya bisa menjadi upacara peresmian, maka dipaksa selesai lebih cepat, dipaksakan pembangunan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan.

Dengan kondisi ini, kita jadi bertanya-tanya, apakah keberhasilan infrastruktur saat ini itu sebuah fakta atau persepsi?, Bukankah Presiden Jokowi hanya menggunting pita saja dari infrastruktur yang sudah dibangun di masa pemerintah SBY. (*)

**Penulis wartawan senior

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *