Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Bustori dan Tegar di Way Lima, Indikasi LGBT dan Pelaku Tewas Dengan 4 Luka Tembak - Sinarlampung.com

Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Bustori dan Tegar di Way Lima, Indikasi LGBT dan Pelaku Tewas Dengan 4 Luka Tembak

Spread the love

Pesawaran (SL)-Selang 14 jam, Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan Bustori (53) dan anak angkatnya Tegar (5) warga Desa Cimanuk Kecamatan Waylima Pesawaran, pada Rabu Malam (29/5) lalu, . Pria yang ditangkap bernama Andi (34) masih tetangga korban, dan tewas dengan empat luka tembak oleh Polisi.

Informasi dari Polres pesawaran menyebutkan korban dan pelaku terindikasi memiliki hubungan sesama jenis. pelaku kesal karena tidak diberi pinjaman uang Rp18 juta. Karena setiap usai melakukan hubungan badan sesama jenis ini, pelaku kerap meminjam uang. Karena tidak diberi pelaku kesal, dan menghabisi korban dengan menggunakan linggis.

Jasad kedua korban

Polres Pesawaran menggelar jumpa pers atas penangkapan terduga pelaku bernama Andi yang harus meregang nyawa. Polisi menyebut Andi tewas dirumah sakit Bhayangkara Polda Lampung lantaran kehabisan darah akibat 4 tembakan di kedua kakinya. Polisi berdalih Andi berusaha melawan petugas saat diminta menunjukkan barang bukti yang dibuang tersangka seusai membunuh.

Kapolres Pesawaran, AKBP Popon A Sunggoro mengatakan penangkapan pelaku pembunuhan ini berkat kerja keras Tim Gabungan Polda Lampung bersama pihak Polres dan Polsek Kedondong. “Penangkapan pelaku pembunuhan atas nama Andi ini kita lakukan hanya dalam waktu 14 jam dari kejadian,” kata Kapolres, Sabtu (1/6).

Menurut Kapolres pelaku pembunuhan tersebut saat ini sudah meninggal dunia dan sudah dimakamkan di desanya akibat kehabisan darah saat berada dirumah sakit Bhayangkara Polda Lampung, karena luka tembak kedua kakinya, akibat melawan aparat saat diminta untuk menunjukan barang bukti uang Rp10 juta yang sudah dibakar oleh pelaku disebuah kebun.

Warga gempar mendengar kematian kedua korban

Motif pelaku menghabisi nyawa korban, kata Kapolres, lantaran pelaku Andi tidak dipinjami uang sebesar Rp18 juta oleh korban. Korban dan pelaku diindikasikan mempunyai hubungan asmara suka sesama jenis. “Jadi kronologisnya itu setiap mereka habis berhubungan, pelaku ini selalu meminjam uang yang tidak sedikit,” katanya.

“Setiap berhubungan itu pelaku pinjam uang korban Rp4 juta hingga yang terakhir ini pelaku akan meminjam uang sebesar Rp18 juta. Namun tidak diberi oleh korban, sehingga pelaku dendam kusumat lalu membunuh korban sekaligus keponakannya yang masih berusia 5 tahun dengan menggunakan linggis yang dipinjam  dari tetangganya,” kata Kapolres.

Diceritakan Kapolres, pembunuhan sadis itu diketahui petugas berawal dari laporan masyarakat Desa Cimanuk,  yang kemudian ditindak lanjuti oleh Polsek Kedondong, Kamis tanggal 29 sekitar pukul 1 siang. Bahwa telah terjadi tindak pidana pembunuhan di dalam kamar korban atas nama Bustori pemilik bengkel sepeda motor, warga Dusun Cimanuk Timur Desa Cimanuk Kecamatan Waylima

“Pada pukul 13.00 korban ditemukan oleh masyarakat sudah meninggal bersama anak angkatnya. Pada pukul 13.15 anggota tim lidik Sidik Polres Pesawaran bersama Polsek Kedondong langsung mendatangi TKP pada pukul 15.00, kita lakukan identifikasi korban dari hasil olah TKP,” jelasnya.

Di TKP, diketemukan korban bernama Bustori meninggal dengan luka robek dipelipis sebelah kiri dan lebam sedangkan anak angkatnya Tegar mengalami luka robek di bawah dagu dan mengeluarkan busa dari mulutnya, “Kita disana menemukan ada alat bukti tiga unit hp milik korban dan ada dompet yang sudah tidak ada uangnnya,” jelasnya.

Selanjutnya pada pukul 18.30 tim Polres membawa korban ke rumah sakit bhayangkara Polda Lampung untuk dilakukan visum. “Pada pukul 04.05 tim gabungan Polda Lampung bersama Polsek Kedondong langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku Andi dikediamnya dalan posisi sedang tertidur,” ungkapnya

Kasatreskrim Polres Pesawaran Iptu Hasbi Eko Purnomo menambahkan bahwa terduga kasus pembunuhan ayah dan anak atas nama Andi telah tewas ketika sedang dilakukan penyelidikan oleh aparat. Hasbi mengatakan semua tindakan yang dilakukan kepolisian telah sesuai dengan prosedur.

Dirinya mengatakan petugas memang melakukan tindakan pelumpuhan kepada terduga yang hendak melakukan perlawanan kepada aparat. “Jadi memang semua tindakan yang kita lakukan itu sudah sesuai dengan prosedur, pelaku memang kita berikan tindakan terukur berupa pelumpuhan,” ujar Hasbi. Sabtu, (1/6/2019).

“Tapi itu semua bukan tanpa alasan, sewaktu kita turunkan dari mobil pelaku mencoba melakukan perlawanan, sebab itu kami lumpuhkan kakinya sebanyak empat kali tembakan,” tambahnya.

Hasbi melanjutkan selepas pelaku dilumpuhkan, dirinya langsung membagi tim menjadi dua bagian, salah satunya membawa pelaku ke rumah sakit RSUD Pesawaran. “Salah satu tim kami membawa tersangka ke RSUD dan di sana tersangka mendapatkan penanganan medis, setelah itu tersangka kami bawa lagi kembali ke Polres,” katanya.

Saat hendak dimasukan kedalam sel ternyata darahnya masih keluar, “dan dari situ kami bawa lagi ke rumah sakit Bhayangkara dan disana setelah penanganan kami dapat kabar bahwa tersangka sudah tiada. “Indikasinya meninggal karena kekurangan darah, kami gak tau gimana penanganan di RSUD kok masih bisa keluar darah,” katanya. (red/jun)

Tinggalkan Balasan