Polisi Mulai Selidiki Dugaan "Korupsi" Anggaran di KPU Pesawaran - Sinarlampung.com

Polisi Mulai Selidiki Dugaan “Korupsi” Anggaran di KPU Pesawaran

Spread the love

Pesawaran (SL)-Polres Pesawaran mulai melakukan penyelidikan kasus dugaan “menguap” nya anggaran KPPS untuk Pemilu 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran. Tim Tindak pidana korupsi (Tipikor) Reskrim mulai menyusuri soal dugaan pemotongan uang yang diterima Panitia Pemungutan Suara dan kegiatan lainnya.

“Ya, kita masih telaah terkait laporan atau informasi tersebut. Sabar dulu ya, prinsipnya ketika ditemukan perbuatan melawan hukum dan didukung minimal dua alat bukti pasti akan kita naikkan menjadi penyidikan, ” kata petugas di Polres Pesawaran, Rabu (08/05).

Dugaan perkara korupsi tersebut, mencuat setelah KPU Pesawaran gelontorkan Rp6,439 miliar anggaran untuk honor para Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan dana pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebesar Rp1.750.000/tps yang jika dikalikan 1.481 buah TPS yang ada berjumlah Rp2.591.750.000. Dana milyaran tersebut disinyalir banyak disalah gunakan untuk kepentingan pribadi.

Pengakuan para penyelenggara pemilu ditingkat TPS maupun PPS diketahui, untuk total rincian keseluruhan honor petugas KPPS dan Linmas yang tersebar di 1.481 TPS se-Kabupaten Pesawaran masing-masing yakni berjumlah Rp1.181.800.000 untuk Linmas, Rp4.443.000.000 untuk anggota KPPS dan Rp.814.550.000 untuk ketua KPPS.

Sedangkan untuk jumlah petugas disetiap TPS, yakni berjumlah 9 orang yang terdiri dari 7 orang KPPS dan 2 orang Linmas. Terkait rincian honor bagi para petugas KPPS tersebut, setiap KPPS berhak mendapatkan upah sebesar Rp500 ribu untuk anggota, Rp550.000 untuk ketua KPPS dan Rp400.000 untuk honor Linmas. Jika ditotal, perTPS menerima honor Rp4.350.000.

Informasi yang dihimpun dari lapangan bahwa, anggaran Rp1.750.000 untuk setiap TPS namun yang diterima hanya berkisar Rp700.000an. Begitu juga uang makan untuk tiga kegiatan Rp1.080.000, namun di Pesawaran hanya Rp540 ribu untuk dua kegiatan, artinya ada dugaan pemotongan sebesar Rp540 ribu dikalikan 1.481 TPS.

Ketua KPU Pesawaran Amin Udin saat akan dikonfirmasi dikantornya tidak ada ditempat. Komisioner KPU Divisi Hukum dan Pengawasan, KPU Pesawaran, Yatin P Sugino juga tidak dapat ditemui. (red)

Tinggalkan Balasan