Pimpin Rapat Perdana Puan Maharani, Wartawan Diusir? - Sinarlampung.com

Pimpin Rapat Perdana Puan Maharani, Wartawan Diusir?

Spread the love

Jakarta (SL)-Ketua  DPR RI  Puan Maharani menggelar rapat konsultasi yang membahas pembagian ruang kerja dan pembagian rumah dinas. Rapat rapat untuk membahas ruangan anggota dewan, digelar di ruang Komisi VII DPR, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Hadir dalam rapat itu Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin, dan peserta lainnya. Rapat digelar tertutup bagi awak media yang ingin mengikuti kegiatan perdana Ketua DPR Puan Maharani dan pimpinan lainnya. “Kami fraksi-fraksi di DPR bersama pimpinan biasa hal-hal teknis karena ada perubahan jumlah anggota ada yang bertambah ada yang berkurang dan penambahan jumlah anggota DPR dari 560 ke 575 orang,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto kepada wartawan.

Yandri mengatakan hal tersebut memerlukan pembicaraan khusus, mengenai pemanfaatan ruangan kerja masing-masing anggota dewan. Selanjutnya hasil rapat ini akan dibawa ke Sekretariat Jenderal, untuk mendistribusikan semua anggota. “Kalau bisa satu blok satu fraksi. Kemudian tidak ada anggota yang tidak dapat ruangan kira-kira begitu,” ucap dia.

Yandri menambahkan, tak ada soal anggaran yang dibahas di dalam rapat hari ini. Menurut penjelasannya terkait pengadaan adalah kewenangan Sekretariat Jendral, bukan ranah fraksi. Ketua DPR Puan Maharani tidak bersedia dimintai keterangan terkait rapat. “Nanti rapat dulu,” kata dia.

Wartawan tidak diperkenankan meliput. Kendati belum ada ketuk palu yang menyatakan rapat ini tertutup atau terbuka. Lazimnya pembukaan rapat dilakukan secara terbuka, hingga pimpinan menyatakan rapat tertutup. Saat itu, wartawan (awak media), baik dari media cetak maupun elektronik, juga para pewarta foto, diusir oleh pihak Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR.

Para awak media tak tinggal diam, sebab usahanya untuk mencari informasi dari pejabat publik dihalangi. Sejumlah wartawwan protes  kepada petugas Pamdal, dan mempertanyakan, kenapa kegiatan Ketua DPR tidak boleh diliput.

Pihak Pamdal lantas memberikan penjelasan singkat. Menurut Pamdal Gedung Nusantara I itu, oleh Ketua DPR, kegiatannya tidak boleh diliput. Awak media dilarang meliput. “Dilarang meliput kegiatan Ibu,” kata salah satu anggota Pamdal yang menjaga. Awak media pun menggerutu, ada yang mengungkapkan, dulu Puan saat menjadi anggota DPR cukup terbuka, sekarang berbeda. (red)

Tinggalkan Balasan