Petani Kopi Tanggamus dan Lampung Barat Resah Akibat Perampokan "Sadis" Bos Kopi Ulu Belu - Sinarlampung.com

Petani Kopi Tanggamus dan Lampung Barat Resah Akibat Perampokan “Sadis” Bos Kopi Ulu Belu

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Kasus perampokan bos Kopi di Desa Sinar Banten, Ulu Belu, Tanggamus, menyisakan trahuma dan ketakutan bagi para petani dan pengepul kopi di Tanggamus dan Lampung Barat. Karena selain bersejata api, komplotan itu juga melukai korban. H Surpiyadi, kini masih dirawat di Rumah Sakit, dengan luka di kepala dan lima tembakan di kaki.

H Supriyadi (57) adalah pengepul kopi dari petani di wilayah Ulu Belu tahun itu. Dia menceritakan para perampok masuk ke rumah dengan menjebol pintu bagian bawah. Dan dia diberondong tembakan 7 kali saat tersembunyi di balik pintu.

“Kami juga was was mas, meski mungkin uang kami tidak sebanyak korban itu. Dia itukan pengepul kopi petani. Uang itu untuk membayar kopi kopi petani. Kami jadi takut, karena setiap musim panen kopi seperti perampok mulai gentayangan,” kata salah seoarng Petani Kopi di Tanggamus.

Bos kopi H Supriyadi, saat perampokan terjadi juga sempat merebut pistol, tetapi kemudian tersungkur karena salah seorang penjahat menmbacok kepalanya dengan golok. Bahkan kawanan perampok juga melukai adik iparnya, Ari Nopitasari, gadis 18 tahun, yang rupanya disandera sejak awal pelaku masuk rumah. Pelaku menodong isteri untuk menguras seluruh uang tunai yang ada di lemari.

Direktur Krimum Polda Lampung Kombes Pol Barly Ramadany, mengatakan pihaknya menerjunkan satu bantuan yang membantu anggota Polsek dan Polres Tanggamus untuk memburu para perampok itu. “Kita sudah kirim tim BKO sejak tanggal 12 Agustus 2019. Mereka membantu POlsek dan Polres mengejar para pelaku,” kata Barly.

Dua Kasus Rampok Bos Kopi Lampung Barat

Kasus Perampokan bersenjata api (senpi) di Lampung Barat, yang menyatroni kediaman Kowong (50) warga Pemangku 5, Pekon Argomulyo, Kecamatan Batu Ketulis, Lampung Barat, Senin (3/9) sekitar pukul 03.00 WIB lalu, belum terungkap.

Komplotan yang tidak melukai korban itu menguras harta pengepul hasil bumi kopi, dengan membawa kabur uang Rp80 juta, dan emas sekitar 40 gram. Peratin Argomulyo Hajan mengatakan, dari peristiwa perampokan ini para pelaku memvawa kabur uang sebesar Rp80 juta dan emas seberat 40 gram. “Para perampok sebanyak 4 orang, mendobrak pintu depan rumah dan menodongkan senjata api dan mengikat warga saya, kemudian membawa kabur harta bos kopi tersebut,” ujarnya kepada wartawan.

Beruntung korban tidak dilukai oleh para perampok tersebut dan tidak ada korban jiwa. “Alhamdulillah para komplotan tidak melukai mereka dan hanya membawa harta korban saja.

Juli 2018 lalu, bos kopi, Hi. Awalludin alias Awal, warga Pemangku III Talangudin, Pekon Basungan, Kecamatan Pagardewa, Lampung Barat, wilayah Polsek Belalau, juga dirampok, pada Kamis (5/7/2018) dini hari pukul 03.00 Wib.

Akibat kejadian tersebut, Awalludin yang juga memiliki usaha warung manisan yang dikelola bersama istrinya tersebut harus merelakan uang sebesar Rp250 juta dibawa oleh kawanan rampok yang masuk lewat pintu depan rumahnya tersebut.

Suwarno warga setempat, yang juga mantan Jurutulis (Jurtul) di pekon itu mengungkapkan, pelaku diketahui masuk dengan menjebol pintu depan rumah korban dengan jumlah sekitar dua orang. Namun karena usia Awaluddin dan istri sudah tua serta ditodong dengan sejata api, dan kedua korban juga diringkus dengan kedua jempol tangan diikat.

Atas kejadian itu Awaludin mengalami kerugian yang besar, dimana uang tunai yang tersimpa di brankas sebesar Rp250 juta dibawa kabur perampok, serta rokok dan uang modal usaha warung manisan juga digondol. “Kejadian itu sendiri langsung diketahui setelah ibu Haji (panggilan kepada istri korban) menelpon anaknya karena meski jempol ke duanya diikat masih bisa mememencet Handpohone ,” ungkapnya.  (Red)

Tinggalkan Balasan