Pesta Tuak Malam Minggu Berujung Maut, Penjaga Malam Tewas Bersimbah Darah di Pasar Ambon - Sinarlampung.com

Pesta Tuak Malam Minggu Berujung Maut, Penjaga Malam Tewas Bersimbah Darah di Pasar Ambon

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Pesta minuman keras jenis tuak di malam minggu, berujung maut di Pasar Ambon Kampung Pesawahan Jalan R.E. Martadinata Teluk Betung Selatan Bandar Lampung, Sabtu (15/6) malam. Suhendi, warga Jalan Teluk Bone II Kelurahan Kota Karang, Telukbetung Timur, tewas bersimbah darah dengan luka bacokan.

Polisi bersama Tin INavis melakukan olah tKP

Jasad Suhendi baru ditemukan warga Minggu (16/6) sekitar pukul 5.00, di lokasi tempat pembangunan rumah duka Jalan RE Martadinata RT 041 LK III Kampung Palembang, Pesawahan Telukbetung Selatan. Kondisi tubuh korban telungkup dengan darah bercecer disekitar tubuh korban yang menderita luka bacok di kepala, lalu bagian wajah sebelah kiri hingga telinga terbelah, dan sayatan di bagian tangan.

Dugaan sementara pelaku lebih dari satu orang. Disekitar lokasi kejadian ditemukan tiga gelas bekas tuak, dua kantong plastik tuak, salak, kacang, dan martabak manis yang masih tersisa. Warga Kampung Pesawahan, sontak geger dengan penemuan mayat pria dengan luka sayatan di bagian kepala itu.

Ketua RT 041 LK III Kampung Palembang, Pesawahan, Said mengatakan penemuan mayat subuh petang tadi. Sampai di lokasi, kata Said, lokasi sudah ramai warga yang penasaran. Said mengatakan, saat datang kondisi pagar dalam posisi terkunci. “Makanya saya bawa gergaji buat buka gerbang. Saya itu gak tahu penemuan jam berapa, tapi jam 04.00 wib saya mendapat laporan dari warga. Saya datang korban sudah dalam kondisi telungkup dan banyak darah, kemudian saya koordinasi dengan Polmas,” katanya.

Informasi keluarga korban menyebutkan, Suhendi sehari hari dikenal kerja jaga malam, dan parkir kendaraan di Pasar, sebelumnya aktivitasnya adalah nelayan. “Sebelum puasa dia bekerja sebagai nelayan. Karena penghasilan laut berkurang jadi dia berhenti. Kerjanya serabutan, belum lama ini dia menjadi tukang parkir di pusat perbelanjaan yang ada di Mangga Dua Telukbetung Selatan,” kata Mas’ud, kakak ipar dari Suhendi di ruang forensik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeluk (RSUDAM) Lampung, Minggu (16/6/2019).

Mas’ud tidak menyangka bahwa adik iparnya tersebut menjadi korban pembunuhan. Hal ini lantaran kesehariannya korban dikenal baik di keluarga. “Gak nyangka dia jadi korban pembunuhan. Saya tahunya setelah dilakukan sidik jari. Semoga pelakunya segera ditangkap,” ujarnya.

Suhendi meninggalkan Ana, istri dan satu anak. Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit baru melakukan tindakan otopsi guna mengetahui lebih lanjut penyebab kematiannya. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan mengejar para pelaku. (jun)

Tinggalkan Balasan