Pesawaran Juara Lagi, Teladan Desa untuk Kemajuan Negeri

Spread the love

Sharing is caring!

Bandar Lampung (SL) – Saifudin, Kepala Desa (Kades) Mulyosari, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung, peraih Penghargaan Desa Terbaik Kategori Sistem Padat Karya Tunai (PKT) Pengelolaan Dana Desa Tahun 2018 yang per simbolis dianugerahkan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI Eko Putro Sandjojo kepada Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (29/11/2018) kemarin, tak dapat menutupi kegembiraannya.

Sempat tidak menjawab panggilan, akhirnya melalui saluran WhatsApp, redaksi berhasil mengkonfirmasi langsung ihwal momen bersejarah tersebut, Jum’at (30/11/2018) sekira pukul 11.47 WIB. “Yang jelas (ini) kebanggaan milik semua warga Desa Mulyosari, terutama aparatur desa yang bagus dan kompak, serta mau bekerja keras mengimplementasikan UU Nomor 6 Tahun 2014 (UU Desa, Red) serta mematuhi Permendagri maupun Permendes,” sahut Saifudin, menjawab pertanyaan redaksi.

Diberi beberapa tautan berita media daring ihwal gempita prestasi desanya yang bermaha puncak pada momen bertajuk “Simposium Desa Menjemput Asa dan Deklarasi Program Literasi Desa, Program Desa Bebas Narkoba dan Peluncuran Majalah Wanua” itu, Kades Saifudin yang hadir langsung bersama Kadis PMD Pesawaran mendampingi Bupati Dendi menjawab singkat, “Aamiin,” ucap dia.

Kades enerjik ini menambahkan, pihaknya tak luput menyinggung partisipasi Yayasan Desapolitan Indonesia (Desindo), salah satu elemen pemangku pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dalam proses pemajuan desanya. “Ini semua berkat bimbingan, salah satunya Desindo,” ujar Saifudin.

Sementara, salah satu yang turut berkomentar yakni Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Perwakilan Lampung Indra Krisna. “Mantap,” singkatnya. Turut menyemangati, Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pesawaran, Rusdiyanto.

Pria kharismatik yang juga dikenal Sekretaris Bravo-5 Pesawaran ini menginginkan sesegera-segeranya proses getok-tular dan getok-gathuk (duplikasi dan replikasi) kisah sukses dan praktik terbaik oleh Desa Mulyosari dan Hanura ini “bertemu jodoh” di 142 desa lainnya, juga di 4 desa persiapan kabupaten Andan Jejama itu.

“Sukses buat Hanura, sukses buat Mulyosari. Selamat buat Pak Bupati Dendi, Pak Wabup Eriawan, dan segenap jajaran, serta seluruh warga Pesawaran,” kata Rusdiyanto, dikonfirmasi Jum’at petang.

Sebelumnya diberitakan, bersama Desa Mulyosari, Pesawaran “double digit” dengan diraihnya pula Penghargaan Desa Terbaik Tingkat Nasional Berdasarkan Pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2018 untuk Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, di tempat yang sama.

Dari Jambi, ucap syukur dan haru bangga menerima penghargaan serupa juga menyelimuti hati Walikota Sungaipenuh, Asafri Jaya Bakri, didampingi Kepala Desa Aur Duri, Kecamatan Pondok Tinggi, peraih Penghargaan Desa Terbaik Tingkat Nasional Berdasarkan Pengukuran IDM Tahun 2018. “Semoga prestasi ini dapat memotivasi kita untuk terus berkarya membangun desa, jadi pemicu bagi desa-desa lain untuk bisa berprestasi,” ujar walikota dua periode ini.

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo dalam kegiatan itu menegaskan kembali, bahwa sesuai visi ketiga Nawacita Presiden Jokowi dimana arah pembangunan nasional ditaja pemerintah dimulai dari pinggiran/desa, sebagai wujud konkretisasinya dengan menaikkan pagu anggaran Dana Desa tiap tahunnya. “Pada 2019, pemerintah menambah anggaran Dana Desa jadi Rp 70 triliun, juga ada Rp 30 triliun dana program bantuan untuk kelurahan. Seluruhnya diabdikan bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,“ jelas Menteri Eko.

Disamping itu, Kementerian Desa PDTT juga mempunyai Program Bursa Inovasi Desa, bertujuan memacu 74.957 desa/pekon/kampung/tiyuh/gampong/huta/nagari/dusun/banjar/lembang/temukung/negeri se-Tanah Air, untuk menciptakan dan melahirkan jutaan inovasi dalam proses kreatif pengelolaan Dana Desa. [red/mzl]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *