Perjuangan Santi Haumahu, Jalan Kaki Sehari Dua Malam Demi Pendidikan di Pedalaman Papua Barat - Sinarlampung.com

Perjuangan Santi Haumahu, Jalan Kaki Sehari Dua Malam Demi Pendidikan di Pedalaman Papua Barat

Spread the love

Teluk Wondama (SL)-Demi memajuan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pendidikan di Kampung Undurara, yang merupakan daerah terisolir di peladaman Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat. Santi Haumahu harus jalan kaki naik turun gunung, hingga lembah, untuk mengajar anak anak bangsa di pedalaman, hingga Kampung Undurara.

Foto. Santi Haumahu, gunakan baju ping bersama dengan Teman – teman guru menusuri hutan timba demi pendidikan di Pedalaman Teluk Wondama Papua Barat.

“Hanya demi pendidikan kami meninggalkan anak dan suami pergi mengajar anak-anak di pedalaman, sampai di Kampung Undurara dimana tempat kami mengajar dan mendidikan anak – anak. Kami berjalan selama satu hari malam dan dua hari, sampe di Bungga kami istirahat dan bermalam setelah kami dapat melanjutkan perjalan kami,” kata Santi Haumahu, Senin 14 Oktober 2019, kepada sinarlampung.com, di Kantor Dinas pendidikan pemuda dan olahraga Teluk Wondama .

Menurut Santi, perjalan untuk mengajar berangkat dengan perjalanan satu hari dua malam, begitu juga kembai ke Kota butuh waktu satu hari. “Setelah turung ke dari pedalaman ke kota kita tetap penuh jarak yang sama yaitu selama Satu hari dan Dua malam, pergi mengajar juga pulang,” katanya.

Santi saat pertama mengajar disana diantar bersama teman guru lainnya dari Dinas Pendidikan, “Saya bersama dengan teman guru lainnya pertama kalinya kami mau pergi ke pedalaman untuk melaksanakan tugas sebagai guru, diantar oleh Dinas Pendidikan Wondama. Kami dilepaskan di Kampung Nyora dan selanjutnya harus jalan kaki ke Undurara dimana tempat kami di tugaskan,” katanya.

Murid di pedalaman Papua Barat

Medan yang mereka leawtipun, tak semudah yang diibayangkan. “Yang kami lewati ini tidak semudahnya tetapi kami melewati gunung dan lembah juga berbatuan. Namun kami tidak pantang menyerah dan akhinya tiba di Kampung Undurara , Distrik Naikere Teluk Wondama,” katanya.

Santi berharap kepada Pemerintah, dapat memperhatikan kondisi pendidikan di Undurara dan pedalaman lainya, karena semua terbatas.

“Kami berharap kepada Pemerintah daerah Teluk Wondama, dapat memperhatikan kebutuhan kami selama mengabdi di pedalaman. Dan salama bama kami habis dan akhirnya kami sesuaikan diri dengan Masyarakat makan ubi, untuk menyambung hidup kami dan tetap bertahan dan melaksanakan tugas kami, karena anak – anak sekolah yang kami didik ini sangat pendidikan,” katanya. (tonsi)

Tinggalkan Balasan