Perda Memakan Korban, 8 Tambak Udang di Pesibar Ditutup - Sinarlampung.com

Perda Memakan Korban, 8 Tambak Udang di Pesibar Ditutup

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Peraturan Daerah (Perda) terkait Tata Ruang dan Wilayah memakan korban. Delapan tambak udang di Kecamatan Lemong, dan Ngambur dipaksa tutup oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Eksekusi penutupan tambak udang di wilayah tersebut didasari Perda RTRW No.08 Tahun 2017 tentang Penyesesuaian Fungsi Tata Ruang dan Tata Wilayah. Perda 08 mengatur daerah ini sebagai kawasan wisata, padahal usaha tambak udang di dua kecamatan tersebut ada sejak lama.

Selain itu, menurut Camat Lemong M Nursin Candra, penutupan tambak udang di wilayahnya sejalan dengan Perda Provinsi Lampung No.1 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Pulau-Pulau Kecil Provinsi Lampung tahun 2018-2038, khususnya Pasal 12, ayat 4; yang masuk sub zona wisata alam pantai/pesisir untuk Kabupaten Pesibar yaitu Pantai Labuhan Jukung dengan kode sub zona (KPU-W-P3K-1).

Dampak penerapan Perda ditengarai dapat menghambat tumbuh kembang usaha beberapa lalu sempat menjadi perhatian pemerintah. Bahkan, Presiden Jokowi baru saja mengingatkan agar pemerintah daerah jangan banyak-banyak membuat perda.

Diprotes Keras Ikatan Petambak

Penutupan tambak udang di Kecamatan Lemong dan Ngambur dilaksakanakan Sabtu (30/11) oleh Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kehumasan Syamsu Hilal. Ia didampingi Camat Pesisir Selatan Riswan Efendi dan Camat Ngambur Sarhidi. Sejumlah anggota Pol PP Pesibar memasang spanduk warna biru tua bertuliskan: Tempat Usaha Ini Ditutup.

Sikap tegas Pemkab Pesibar ini ditentang Ikatan Petambak Pesisir Barat Sumatera (IPPBS) dengan menuding Pemkab Pesisir Barat arogan. “Pemkab Pesibar arogan. Kebijakan ini mementahkan semangat Presiden Jokowi,” ujar H. Agusri Syarif.(*/iwa)

Tinggalkan Balasan