Pengajuan Status Tahanan Kota Ratna Sarumpaet Ditolak, Kamis Malam Pemeriksaan Lanjutan 8,5 Jam

Spread the love

Sharing is caring!

Jakarta (SL)- Penyidik dari Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya menolak permohonan penahanan sebagai tahanan kota yang diajukan oleh keluarga dan kuasa hukum tersangka kabar hoax Ratna Sarumpaet. Dia juga sempat kembali ke tahanan setelah diperiksa selama hampir 8,5 jam oleh penyidik Polda Metro Jaya, Kamis malam 11 Oktober 2018.

“Setelah dianalisa dan evaluasi oleh penyidik, permohonan itu belum dapat dikabulkan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya pada Jumat, 12 Oktober 2018.

Menurut Argo, penyidik menolak permohonan tersebut lantaran saat ini kasus Ratna masih dalam tahap sidik. Sehingga, mereka masih membutuhkan beberapa pemeriksaan tambahan untuk mengkonfirmasi berbagai hal. “Kami ada pemeriksaan saksi. Hasilnya perlu kami kroscek ke Bu Ratna,” ucap dia.

Kuasa hukum beserta keluarga Ratna Sarumpaet mengajukan permohonan status tahanan kota pada Senin, 8 Oktober 2018. Kuasa hukum Ratna, Insank Nasrudin, mengatakan pertimbangan kesehatan dan usia yang sudah lanjut mendasari permohonan tersebut.

Kliennya, Ratna Sarumpaet, dapat lebih mudah berobat ke rumah sakit bila menjadi tahanan kota. “Artinya kami menilai, secara fisik karena umurnya sudah lanjut jadi pasti punya penyakit,” kata Insank.

Saat ini Ratna Sarumpaet tengah menjalani tahanan di Rutan Polda Metro Jaya sejak Jumat, 5 Oktober 2018 lalu. Polisi menahan Ratna setelah menetapkannya sebagi tersangka dalam kasus kebohongan terkait penganiayaan dirinya.

Kabar penganiayaan itu muncul awal pekan lalu dan bergulir cepat menjadi heboh. Beredar foto wajah Ratna Sarumpaet yang mengalami lebam-lebam menyebar di media sosial.

Namun, setelah polisi mengungkap beberapa fakta, akhirnya Ratna Sarumpaet mengakui dirinya berbohong. Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno Hatta saat akan pergi ke Santiago, Cilem untuk pertemuan budaya di negeri benua Amerika Selatan.

Ratna Sarumpaet sempat kembali ke tahanan setelah diperiksa selama hampir 8,5 jam oleh penyidik Polda Metro Jaya, Kamis malam 11 Oktober 2018. Pengacara Ratna Sarumpaet, Desmihardi, menuturkan kesimpulan dari pemeriksaan itu adalah bahwa berita acara pemeriksaan telah selesai.

“Kesimpulannya, BAP sudah selesai. Kalau nanti penyidik masih memerlukan itu sifatnya tambahan. BAP dilakukan tanggal 4, 5, 6, dan 11 Oktober dan masih bisa 13 hari ke depan kalau masih ada yang perlu digali oleh penyidik,” ujar Desmihardi kepada Tempo, Kamis, 11 Oktober 2018.

Pemeriksaan Ratna berlangsung sekitar 8,5 jam, mulai sekitar pukul 14.00 WIB hingga 22.30 WIB hari ini. Desmihardi menuturkan kliennya diberondong lebih dari 50 pertanyaan pada pemeriksaan itu.

Adapun pemeriksaan yang dilakukan adalah pendalaman materi dari pemeriksaan sebelumnya. Menurut dia, ada beberapa perubahan dari berita acara pemeriksaan pertama dan ketiga. Kendati, ia tidak menyebutkan apa saja perubahan yang dimaksud. “Pokoknya ada beberapa, bukan substansi.”

Dalam pemeriksaan itu, kata Desmihardi, ada beberapa nama baru yang disebut berkaitan dengan cuitannya di twitter. Namun, ia tidak mau merinci siapa saja pihak yang dimaksud itu. “Yang sering beredar di pemberitaan,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan pemeriksaan tambahan terhadap Ratna Sarumpaet dilakukan guna mengkonfirmasi keterangan dari para saksi. “Tentunya apa yang ditambahkan berkaitan dengan keterangan saksi-saksi,” kata Argo.

Menurut Argo, keputusan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap Ratna muncul setelah penyidik melakukan analisa dan evaluasi terhadap keterangan para saksi. Adapun polisi sebelumnya telah memeriksa pihak Rumah Sakit Khusus Bina Estetika tempat Ratna menjalani operasi plastik, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, serta Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Pihak RSK Bina Estetika telah dua kali menjalani pemeriksaan. Pertama pada Kamis, 4 Oktober 2018 di mana kuasa hukum rumah sakit, Arrisman, yang hadir. Dalam pemeriksaan itu, ia menolak memberikan keterangan dan rekam medis Ratna kepada polisi dengan alasan menunggu perintah dari pengadilan.

Selanjutnya, pada Selasa, 9 Oktober 2018, pendiri sekaligus pemilik RSK Bina Estetika Sidik Setiamihardja juga memenuhi panggilan penyidik. Namun, usai diperiksa, ia bungkam.

Saksi selanjutnya, Said Iqbal, diperiksa penyidik pada Selasa, 9 Oktober 2018 terkait dengan pertemuan antra Prabowo dengan Ratna pada 2 Oktober 2018 lalu. Kepada penyidik, Said menjelaskan kalau dirinya hanya dimintai tolong oleh Ratna agar dapat dipertemukan dengan Prabowo untuk menceritakan kisahnya.

Terakhir, kemarin, Rabu, 10 Oktober 2018, polisi telah memeriksa Amien Rais. Selama pemeriksaan, penyidik menanyai Amien perihal konferensi pers oleh calon Presiden RI Prabowo Subianto di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Oktober 2018. Saat itu Amien Rais menyaksikan jumpa pers Prabowo. (Tempo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *