Pengadilan Temukan Fakta Baru Terkait Kasus Fee Proyek Bupati Lampung Selatan

Spread the love

Sharing is caring!

Bandarlampung (12) Sidang lanjutan kasus fee proyek dengan terdakwa Bupati Lampung Selatan (nonaktif), Zainudin Hasan, Senin (14/1/2019), di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, menguak fakta-fakta baru. Kali ini, Kadis PUPR Lamsel Anjar Asmara memberikan keterangan bahwa seluruh unsur DPRD Lamsel hingga Ketua DPRD Lamsel, diberikan jatah proyek oleh Dinas PUPR Lamsel. “Semua anggota DPRD kami bagi yang mulia, bahkan Ketua DPRD pun kami berikan jatah proyek senilai Rp10 miliar. Itu kami berikan, sebagai jatah yang mulia,” beber Anjar Asmara di hadapan majelis hakim.

Bahkan, Anjar juga menyebut bahwa ada beberapa rekanan yang direkomendasikan oleh Zainudin Hasan. Hal ini mengingat jabatan yang diberikan oleh Zainudin melalui lelang jabatan, untuk mengamankan kebijakan bupati.”Saya jadi kadis PU hasil lelang jabatan Yang Mulia,” ungkap anjar.

Kemudian Hakim yang diketuai Mien Trisnawaty kembali menanyakan kepada Anjar tugasnya sebagai kadis PU. “Saudara jadi kadis PU tugasnya sebagai apa?” tanya Mien. Kemudian Anjar menjawab, “Untuk mengcover kebijakan bupati yang mulia,” jawab Anjar.”Kebijakan seperti apa?” tanya Mien”Paket proyek yang disebut oleh pak bupati yang mulia, setelah disebut namanya.

Kemudian saya bertemu dengan rekanan yang dimaksud pak bupati, di rumah dinas Bupati Lamsel,” jelasnya.Mien terus mencecar pertanyaan kepada Anjar, mengingat seluruh paket proyek tersebut, ada didinas PUPR. “Saudara yang menentukan nilai paket proyek, atau siapa,” tanya Mien lagi.”Pak bupati Yang Mulia, kalau yang besar dia (Zainudin) yang menentukan. Kalau yang kecil saya yang mulia,” tambahnya.Berdasarkan pantauan, rilislampung id, tujuh saksi dihadirkan, dalam sidang Bupati Lamsel (Nonaktif) Zainudin Hasan, yakni Anjar Asmara, Agus Bhakti Nugroho, Sahroni,Hermasyah Harmidi, Thomas Amrico, Nanang Ermanto dan Hendry Rosad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *